Apa Itu Idling Stop

Di era modern ini, kendaraan bermotor sudah menjadi kebutuhan utama bagi sebagian besar masyarakat. Namun, meski kendaraan sangat membantu dalam mempermudah mobilitas, namun tak dapat dipungkiri bahwa keberadaannya sekaligus menghasilkan dampak negatif terhadap lingkungan hidup. Salah satu hal yang menjadi sorotan saat ini adalah idling stop.

Idling Stop, Apa Itu?

Idling stop merujuk pada sistem otomatis pada kendaraan bermotor yang secara otomatis mematikan mesin saat kendaraan sedang berhenti di lampu merah atau di persimpangan jalan. Kemudian ketika pengemudi sudah siap untuk memacu kendaraannya kembali, mesin tersebut secara otomatis akan dinyalakan kembali. Tujuan dari sistem idling stop ini adalah untuk mengurangi penggunaan bahan bakar dan emisi yang dihasilkan oleh kendaraan kita.

Sistem Idling Stop

Teknologi idling stop pertama kali diperkenalkan oleh Honda pada tahun 1982. Saat itu, idling stop masih sangat mahal dan hanya dapat diakses oleh kendaraan yang digunakan di kawasan padat penduduk, seperti taksi. Namun, seiring dengan berkembangnya teknologi dan kesadaran akan pentingnya lingkungan, penggunaan idling stop tidak hanya terbatas pada kendaraan komersial.

Mengapa Idling Stop Penting?

Cobalah anda perhatikan, berapa lama waktu yang biasanya diperlukan kendaraan yang berhenti di lampu merah atau jalan buntu lainnya. 5 detik? 10 detik? 1 menit? Bayangkan jika dalam sehari kendaraan peserta lalulintas yang ada di jalan raya memboroskan waktu untuk berkendara selama 10-20 detik dalam setiap lampu merah atau jalan macet, itu akan menimbulkan kerugian yang sangat besar dalam hal waktu dan tentunya akan menjadi sebuah kerugian secara finansial. Selain itu, penggunaan mesin kendaraan saat tidak bergerak tidak dapat disebut sebagai penggunaan bahan bakar yang efektif. Bahkan, penggunaan mesin kendaraan dalam keadaan yang sia-sia tersebut dinilai mampu menghasilkan karbon monoksida yang sangat berbahaya bagi lingkungan.

See also  Apa Itu Range Dalam Excel

Mengurangi Pengeluaran Bahan Bakar

Dengan munculnya teknologi idling stop ini, kita dapat mengurangi penggunaan mesin kendaraan saat mesin tidak diperlukan secara signifikan. Kita dapat menghemat bahan bakar dan uang dalam jangka panjang, mengurangi emisi gas buang, dan memperpanjang umur mesin kendaraan kita.

Jenis-Jenis Idling Stop

Saat ini, terdapat dua jenis idling stop yang tersedia di pasaran, yaitu:

  • Sistem Idling Stop Satu Titik: Sistem ini terdiri dari sistem sensor yang mendeteksi kapan mesin harus dimatikan dan dinyalakan kembali, serta sistem untuk pengaturan voltase untuk aki. Mesin kendaraan secara otomatis akan dimatikan ketika kendaraan dalam keadaan diam.
  • Sistem Idling Stop Dua Titik: Sistem ini mirip dengan sistem idling stop satu titik, namun sistem ini memiliki dua titik untuk mematikan mesin yaitu pada saat kendaraan diam dan saat rem tangan menonjol.

Sejarah Idling Stop

Meski Honda menjadi perusahaan pertama yang mengembangkan teknologi idling stop, namun ide ini sendiri tidaklah baru. Pada 1920-an, terdapat sebuah perusahaan Amerika bernama Eco-Starter, yang mendesain mesin mobil dengan sistem yang serupa. Namun kala itu, teknologi tersebut belum menjadi populer dan tidak banyak perusahaan yang tertarik untuk mengembangkannya.

Peraturan Anti-Idling

Baru pada tahun 1982, Honda mengembangkan teknologi idling stop yang pertama kali diterapkan dalam kendaraan bis di Jepang. Baru pada tahun 1993, Honda mulai menerapkannya pada kendaraan penumpang dan memasarkannya di Jepang. Di Indonesia, pemerintah juga melihat pentingnya idling stop dan memperkenalkan peraturan anti-idling pada tahun 2018. Peraturan ini mewajibkan kendaraan yang sedang diparkir di pinggir jalan untuk mematikan mesin dalam waktu 3 menit terakhir.

Tips Memilih Kendaraan dengan Sistem Idling Stop

Jika anda berencana untuk membeli kendaraan baru yang dilengkapi dengan idling stop, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan:

  • Kendaraan dengan idling stop dapat menghemat bahan bakar hingga 15 persen, namun tentunya harganya juga akan lebih mahal. Pastikan anda mempertimbangkan biaya yang akan dikeluarkan dan bandingkan dengan manfaat dan keuntungan dari idling stop.
  • Perhatikan kualitas sistem idling stop yang ada di dalam kendaraan. Pastikan sistem idling stop yang ada sudah teruji dan berkualitas.
  • Perhatikan apakah sistem idling stop dalam kendaraan tersebut dapat dibatalkan. Terkadang, saat berada di dalam kemacetan yang sudah biasa kita jumpai di jalan raya, fitur idling stop ini bisa sangat mengganggu. Jika sistem tersebut mudah dibatalkan, maka kita masih bisa menggunakan mesin kendaraan seperti biasa.
See also  Apa Itu Jumlah Tanggungan

Keuntungan dan Manfaat Idling Stop

Selain menghemat bahan bakar, idling stop juga memiliki beberapa manfaat lainnya:

  • Menjaga kinerja mesin kendaraan
  • Meningkatkan kelancaran lalu lintas di jalan raya
  • Mengurangi suara bising dan polusi udara yang dihasilkan kendaraan
  • Memperpanjang umur mesin kendaraan
  • Mengurangi emisi gas buang

Rekomendasi Kendaraan dengan Sistem Idling Stop

Saat ini, banyak produsen mobil ternama yang telah memasarkan mobil yang dilengkapi dengan sistem idling stop. Beberapa merek tersebut antara lain:

  • Honda CBR150R dengan Idling Stop System
  • Honda CB150R dengan Idling Stop System
  • Honda ADV 150 dengan Idling Stop System
  • Toyota New Yaris dengan Idling Stop System
  • Mitsubishi Xpander dengan Idling Stop System
  • Nissan Livina dengan Idling Stop System

Kendaraan bermotor sudah menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat modern. Namun, kebutuhan tersebut tidak selalu bisa diselesaikan tanpa menghasilkan dampak buruk terhadap lingkungan. Dengan adanya teknologi idling stop, kita bisa memperbaiki hal tersebut dan turut serta dalam pengurangan dampak negatif terhadap lingkungan. Dengan memilih kendaraan dengan sistem idling stop yang baik dan berkualitas, kita dapat memperoleh manfaat dan keuntungan yang dapat dirasakan dalam jangka melakukan dan pada akhirnya memastikan bahwa kita membantu ekosistem yang sedang dilanda masalah akibat polusi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *