PASAR KLIWON—Warga RW XII Semanggi mengancam meng-geruduk Dewan, bila sampai bulan Maret ini bantuan banjir 2007 belum juga cair. Hingga kini 127 KK Semanggi di RW XII, masih menunggu dana bantuan itu cair. Mereka adalah warga yang belum didata oleh Pokja Semanggi.
Tokoh Masyarakat Semanggi RW XII, Pujiyanto mengakui, bila warga telah menunggu lama cairnya dana bantuan. “Sejak banjir 2007 silam, kami telah menunggu. Warga di daerah lain, sudah mendapat bantuan banjir, baik yang rusak ringan maupun berat. Tetapi tak satu pun warga di sini (Semanggi RW XII, red) yang mendapatkannya,” ungkap Pujiyanto kepada Joglosemar, kemarin.
Menurut Pujiyanto, dirinya dan warga akan mendatangi Dewan. “Kalau bantuan itu tak turun sampai Maret 2010, kami akan geruduk Dewan. Kami sudah sering meminta konfirmasi ke Pemkot (Bapermas), tetapi belum ada kepastian,” imbuhnya.
Sebelumnya, November 2009 silam, warga Semanggi RW XII mendatangi kantor DPRD Surakarta dan melakukan audiensi dengan anggota Dewan serta instansi terkait. Dari pertemuan itu, didapatkan informasi, bahwa bantuan banjir 2007 masih tersisa 80 paket. Sisa bantuan itu rencananya akan diberikan ke warga Semanggi RW XII. Namun, hingga saat ini belum ada kepastian kapan keluarnya.
Sementara itu, Ketua Pokja Semanggi, Suparno HS menyatakan, data 127 KK sudah diserahkan ke Bapermas. “Sampai sekarang belum ada informasi perihal kapan cairnya,” kata Suparno.
Terpisah, Ketua Bapermas PPPA dan KB, Widdi Srihanto memberikan penjelasan terkait dana sisa bantuan banjir 2007 itu. “Kami akan melaporkan hal itu ke Menkokesra terlebih dahulu. Setelah itu, kami lakukan rapat koordinasi. Kami belum bisa memberikan penjelasan, karena petugas yang mengurusi baru ke luar negeri,” paparnya.
Dikejar mengenai kepastian keluar tidaknya dana itu, Widdi hanya menjawab bahwa semuanya menunggu proses dan prosedurnya.
Swadana
Di sisi lain, warga di RW XII juga kehilangan kesabaran, lantaran bantuan banjir 2007 silam belum kunjung dicairkan. Mereka kini malah melakukan protes dengan cara unik, yaitu memperbaiki sendiri peninggi Kali Jenes.
Peninggi itu sempat ambrol pada 18 Februari 2010 silam. Pembangunan peninggi Kali Jenes sepanjang 25 meter, dilakukan secara swadana. Warga ingin menunjukkan, bahwa mereka bisa membangunnya kembali, tanpa campur tangan Pemkot Surakarta.
Tokoh masyarakat Semanggi RW XII, Pujiyanto menyatakan, warga lumayan bersabar menunggu bantuan banjir turun. “Tanggal 18 Februari 2010 kemarin, wilayah sini (Semanggi RW XII, red) dilanda banjir. Peninggi Kali Jenes ambrol sepanjang 25 meter. Kami memutuskan untuk tak melaporkan hal itu ke DPU. Akhirnya kami mengumpulkan dana sukarela dari warga,” ungkap Pujiyanto kepada Joglosemar, Rabu (17/3).
Dari hasil pengumpulan dana sukarela dari warga RW XII, terkumpul Rp 2,8 juta.
Terpisah, Kepala DPU Surakarta, Agus Joko Witiarso menyatakan, pihaknya telah menindaklanjuti laporan tersebut. (mur)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




