SOLO—Untuk mengatasi persoalan perang tarif hotel pada low season ini, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Solo akan segera menggelar pertemuan antarpelaku usaha perhotelan.
Hal ini seperti disampaikan MSU Adji, salah satu pengurus PHRI yang khusus menangani hotel berbintang. “Kita tidak bisa menjatuhkan sanksi kepada hotel-hotel yang memasang tarif tidak sesuai dengan kelasnya, karena memang tidak ada aturan tetapnya. Oleh karena itu dalam hal ini lebih dibutuhkan rasa saling pengertian dan menghargai. Dan mudah-mudahan itu semua bisa diwujudkan jika semua mau duduk bersama dan membahasnya,” ujar Adji kepada Joglosemar, Minggu (28/3).
Adji menuturkan sebenarnya dulu sudah pernah dibuat gentle agreement terkait masalah tarif. Perjanjian ini dibuat dengan harapan ada moral obligation yang bisa dipatuhi seluruh hotel. Namun sayangnya ini tidak berjalan sesuai harapan. Jalan keluar yang paling tepat untuk dilakukan adalah dengan menggenjot sektor pariwisata Kota Solo yang pada akhirnya membuat tingkat kujungan wisatawan meningkat.
Pendapat senada juga disampaikan General Manager Best Western Premier Solo, R Ito Sukarmadji. Menurutnya perang tarif ini terjadi akibat tidak adanya keseimbangan antara supply dan demand terutama pada triwulan pertama. (nie)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




