Rabu, 23/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

Kartu UN Telah Dibagikan

Kamis, 18/03/2010 09:00 WIB - (bns

SOLO—Ketua Panitia Ujian Nasional (UN)-Ujian Akhir Semester Berstandar Nasional (UASBN) Kota Surakarta, Maskuri menyatakan kartu ujian telah dibagikan, Rabu (17/3). Semua peserta ujian berhak mendapatkan kartu ujian tanpa adanya pengecualian. Sekolah dianjurkan untuk segera membagikan kartu ujian karena tidak ada kewenangan menahannya.
“Kami telah memberikan edarkan kartu ujian mulai dari tingkat SMA, SMK dan MA, untuk selanjutnya dilakukan pendataan jumlah siswa di masing-masing sekolahan,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (17/3).
Pihaknya menambahkan untuk pendistribusian kartu ujian dilakukan di berbagai sekolah se-Surakarta dengan berbagai kategori. Klasifikasinya untuk SMA sebanyak 36 sekolahan ada 6.512 siswa, SMK dengan 42 sekolahan dengan 7.287 siswa dan untuk MA terdiri dari tujuh sekolah ada 753.
“Pendistribusian kartu ujian kami kembalikan kepada tiap sekolah, belum ada jumlah pasti berapa jumlah kartu ujian yang beredar tiap-tiap sekolahan. Nantinya pihak sekolah yang akan melakukan verifikasi data,” ungkapnya.
Khusus untuk jenjang MA, Maskuri menambahkan mata pelajaran yang diujikan ditambah dengan Ilmu Hadist dan Tafsir. Secara garis besar dikemukakan yakni, kerja sama antara sekolah dengan dinas agar saling berkoordinasi terkait penyediaan kartu ujian.
“Secara teknis kami lakukan secara sederhana agar mudah untuk mendeteksi jika muncul ada masalah. Yang jelas, tidak ada pengecualian siswa yang telah lolos administrasi atau lunas pembayaran SPP atau belum, yang bersangkutan harus sudah menerima kartu saat UN berlangsung,” tegasnya.
Menurutnya, khusus untuk bidang SMALB, peserta ujian dipersilakan memilih mata pelajaran yang diinginkannya. “Contohkannya ketika ada siswa tunanetra yang ingin mengikuti ujian, karena secara akademik mereka mampu kita harus memberikan pelayanan secara berimbang layaknya siswa yang lain,” katanya.
Latihan Ujian
Sementara itu, Kepala SMA 17 Surakarta (bukan SMAN 17 seperti diberitakan sebelumnya, red), Lugiyem menegaskan anak didiknya telah siap menghadapi UN. Dengan berbagai kekurangan yang dimiliki, pihaknya mengaku telah membekali siswanya baik secara mental maupun materi.
“Secara materi pihak sekolah telah mempersiapkan segalanya, baik dengan latihan ujian maupun secara mental dengan pemberian motivasi dan doa bersama,” ungkapnya, Rabu (17/3).
Menurut Lugiyem, bergabungnya SMA 17 salah satu faktornya belum diakreditasi. Kondisi kurang beruntung dialami dengan keterbatasan jumlah murid dan fasilitas, mulai dari kelas X, XI dan XII jumlah siswa hanya 22 orang. Ini tentunya cukup menyedot perhatian banyak pihak, ketika prosedur operasional standar (POS) UN memberikan batasan nilai rata-rata 5,5 sama dengan sekolahan lainnya.
“Sebenarnya kami telah berusaha semaksimal mungkin untuk mendongkrak prestasi belajar siswa. Namun, mengingat keterbatasan yang kita miliki, semuanya saya kembalikan kepada pribadi siswa lewat usaha dan doa,” tandasnya.
Sesuai kesepakatan bersama, terdapat tiga sekolah yang menggabungkan diri dengan sekolahan lain yakni, SMA 17 Surakarta, SMA Pelita Kasih Nusantara, dan MA Al Khafi. Hal tersebut seperti diungkapkan Sekretaris musyawarah kerja kepala sekolah (MKKS) SMA Kota Surakarta, Edi Pudiyanto, Senin (15/3). (bns)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :