Akhir-akhir ini, masyarakat dunia dibetot perhatiannya dengan isu akan terjadinya kiamat pada tahun 2012. Perkiraan terjadinya kiamat itu didasarkan ramalan suku Maya, yaitu salah satu suku Indian kuno. Menyusul kemunculan ramalan tersebut ke publik, segala hal berbau angka 2012 pun laris terjual.
Sejumlah buku terkait ramalan terjadinya kiamat pada tahun 2012 memenuhi sejumlah toko buku. Bahkan, salah satu toko buku terbesar di Kota Solo pun menyediakan rak khusus untuk memajang buku-buku tersebut (Joglosemar, 12 November 2009).
Bukan hanya itu, muncul pula film 2012 yang mampu menyedot perhatian jutaan orang di dunia yang penasaran untuk menyaksikannya. Di gedung-gedung bioskop, ratusan penonton rela berdesak-desakan dan berjam-jam mengantre tiket. Tak heran, baru tiga hari diputar sejak 13 November lalu, 2012 telah mampu meraup keuntungan sebesar Rp 2,1 triliun rupiah. Fantastis!
Sebenarnya, dari situ kita bisa menyimpulkan bahwa ramalan itu sengaja disebarluaskan dan dibesar-besarkan, yang pada akhirnya menguntungkan pihak tertentu.
Fransisca
Panjunan RT 02 RW II
Karangsari, Brati, Grobogan







