Kamis (3/12) lalu, saudara-saudara kita yang menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Mekah, telah pulang ke Tanah Air. Sujud syukur pun mereka lakukan sebagai rasa syukur atas kepulangan mereka. Sanak keluarga, kerabat, dan para tetangga tentunya menyambut bahagia kepulangan itu. Tradisi membagi-bagikan air zamzam dan sejumlah oleh-oleh dari Mekah pun dibagikan.
Orang yang baru saja pulang haji, dianggap masih lebih manjur doanya dibanding orang kebanyakan. Tak heran, banyak orang yang datang berharap ada cipratan keberkahan dari mereka. Namun, apakah hanya itu yang diharapkan dari seseorang yang telah bergelar haji? Bagaimana seharusnya perilaku mereka terhadap lingkungan sekitar serta aktivitas ibadahnya?
Menurut hemat saya, setelah berhaji mestinya seseorang menunjukkan perilaku yang lebih baik dibandingkan sebelumnya, dengan disertai niat ikhlas tentunya. Kontribusi nyata kepada masyarakat tentunya sangat diharapkan. Contoh mudahnya, jika melihat di lingkungan sekitar masih banyak warga yang masih buta aksara Alquran, maka Pak Haji maupun Bu Haji bisa mulai menularkan ilmunya kepada mereka. Jika ada tetangga yang kekurangan, tak segan-segan mereka mengulurkan bantuannya.
Nurhadi
Jalan Sidoluhur, Bareng, Klaten.







