Sekitar dua tahun yang lalu smartphone atau ponsel pintar adalah hegemoni dari kelas menengah ke atas alias kalangan middle-high. Tetapi seiring dengan perkembangan waktu, ponsel pintar pun bisa dinikmati oleh kalangan middle-low. Ini terlihat dari data perkembangan pengguna smartphone.
Perkembangan pasar smartphone memang cukup menggembirakan. Dari tahun ke tahun, pengguna smartphone semakin bertambah. Apalagi dengan semakin kuatnya pengaruh dari jejaring social, membuat ponsel pintar menjadi buruan.
Jika pada akhir tahun 2009 total penjualan ponsel di Indonesia mencapai sekitar 25 juta unit, maka pada tahun 2010 Asosiasi Importir Seluler Indonesia (AISI) memproyeksikan pertumbuhan 20-22 persen. Pada kuartal pertama 2010 kemarin pengapalan ponsel cerdas mencapai 55 juta unit. Ini merupakan pertumbuhan yang sangat bagus.
Dengan pertumbuhan pencapaian pengapalan ponsel cerdas tersebut, sedikit demi sedikit telah mengubah tren smartphone yang ada. Sebab, saat ini sudah banyak ponsel cerdas dengan harga yang murah dengan fitur serderhana.
“Dengan ponsel cerdas yang jauh lebih murah, pasar global akan semakin beragam, Contohnya saja Nokia, pengiriman mereka naik dari 20,8 juta menjadi 21,5 juta,” terang analisis senior ABI Research Michael Morgan, melalui pesan elektronik, yang dikutip TG Daily.
Nokia yang telah mencatat sejarah di pasar ponsel dengan menghadirkan perangkat genggam dengan harga murah, dengan fitur yang hampir sama dengan ponsel cerdas. Nokia baru-baru saja meluncurkan ponsel cerdas C3 dengan harga Rp 1.100.000. Kemudian akan disusul ponsel E5 dan C6 yang akan keluar pada kuartal ketiga tahun ini.
Harga perkiraan masing-masing adalah, 180 euro atau Rp 2.200.000 dan 220 euro atau sekitar Rp 2.400.000 sebelum pajak. Nokia yang berbasis Finlandia mengatakan pada bulan Desember, akan fokus pada ponsel pintar termasuk penyediaan handset murah di pasaran.
Murah
Meskipun ada persaingan dengan BlackBerry dan iPhone, pangsa pasar ponsel cerdas Nokia tumbuh dari 35 persen menjadi 40 persen pada kuartal terakhir tahun 2009.
Kemudian vendor asal Korea, Samsung juga memproduksi smartphone murah seperti Corby S3650 atau C3510 Genoa. Kedua ponsel ini merupakan ponsel layar sentuh Samsung yang terkenal dengan harga murah.
Dengan harga yang cukup murah sekitar Rp 1.500.000, Samsung C3510 Genoa dilengkapi dengan kamera resolusi 1.3 megapiksel. Layar Samsung Genoa mempunyai ukuran 2.8 inci dengan resolusi QVGA.
Bagian jeroannya menggunakan microSD hingga 8GB. Seperti Corby, Genoa juga terintegrasi dengan Facebook, MySpace dan Twitter, sehingga dapat menampilkan update status dan widget di homescreen.
Kemudian ada Samsung B3310, ponsel dengan desain unik yang dibanderol dengan harga sekitar Rp 900.000. Samsung B3310 ini adalah handphone qwerty.
Spesifikasi Samsung B3310 ini sebenarnya tergolong standar. Hanya saja ia memiliki tampilan yang unik dan ditujukan bagi mereka yang berjiwa muda. Ponsel ini memiliki tombol angka yang terletak di bagian depan sebelah kiri, begitu slider dibuka, maka tombol-tombol akan berada di atas.
Fitur-fitur yang ditawarkan ponsel ini di antaranya layar TFT berukuran 2 inci, 240 x 320 piksel, kamera 2MP, bluetooth, pemutar musik dan video, radio FM, GPRS, memori internal 43MB plus dukungan slot microSD. Tak ketinggalan, B3310 tentunya juga telah mendukung aplikasi untuk akses ke Facebook, Twitter, MySpace.
Sonny Ericsson pun mencoba menyasar pasar middle-low dengan mengeluarkan smartphone yang murah, XPeria X8. Handset ini dibanderol dengan harga Rp 2.400.000.
Sebagai ponsel yang berfokus pada entertaiment, Xperia X8 tidak hanya canggih sebagai ponsel game. Akan tetapi, perangkat ini juga dilengkapi dengan headphone jack 3.5 mm dan kamera 3,2 megapiksel yang mempunyai fungsi merekam video. Pengguna dapat mengunggah video ke Facebook, lengkap dengan geotagging dan kemampuan untuk membuat album. (lea)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







