Jumat, 25/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

Yakin Bisa meski Dikerjakan di Rumah Sakit

Selasa, 30/03/2010 09:00 WIB - Abdul Alim Muhamad Zamzami/Bagus Sandi Tratama/Ari Purnomo

Sembari berbaring, Ratri Rachma Chairunisa (14) tampak serius mengerjakan soal Ujian Nasional (UN) yang serentak mulai digelar Senin (29/3). Ratri, biasa gadis belia ini disapa terpaksa melewati UN di RSUP Soeradji Tirtonegoro Klaten karena sakit.
Didampingi seorang pengawas dan kedua orangtuanya, siswi kelas IX SMP Negeri 1 Wedi ini bertarung dengan waktu, membaca butir demi butir soal di hadapannya. Pagi itu Ratri harus menyelesaikan 50 soal bahasa Indonesia dengan suasana yang mungkin tidak diinginkannya. Dengan kondisi selang infus yang masih menancap di tangannya, Ratri seolah tak menghiraukan orang-orang di sekitarnya. 
Sesekali dahinya mengernyit dan matanya memandang tajam ke arah jam dinding yang ada di ruangan itu. Tangannya yang memegang erat pensil 2B terus menjawab soal demi soal. Di kamar Wijaya Kusuma 3, gadis berjilbab ini hanyalah satu di antara 17.866 peserta UN di Klaten yang terpaksa mengerjakan soal di rumah sakit.
Ratri sendiri bersikeras untuk mengikuti UN ini karena persiapan sudah dilakukannya jauh-jauh hari. Persiapan itu di antaranya ikut try out UN, ikut bimbingan belajar, dan jam tambahan oleh sekolah yang diberlakukan dalam beberapa minggu terakhir.
“Saya merasa sudah siap, jadi saya bisa kerjakan di sini,” aku gadis itu.
Dari 50 butir soal, Ratri mengaku tidak mengalami kesulitan dan dapat menjawabnya. Bahkan sebelum waktu pengerjaan soal habis, dirinya sudah selesai dan kembali istirahat. “Soalnya lebih mudah ketika try out dulu daripada hari ini,” tutur dia, sambil tersenyum.
Ayah Ratri, Wiratno (54) mengaku tidak dapat mencegah putrinya mengikuti UN meskipun dalam kondisi sakit. Dirinya bersama keluarga sudah menyarankan agar Ratri mengikuti ujian susulan. “Maunya anak seperti itu, ya kami turuti saja. Kami pun meminta sekolah untuk mengatur jadwalnya,” ujar dia. Untuk UN hari berikutnya, lanjut dia Ratri tetap akan mengerjakan UN di ruangan itu.
Di Karanganyar sembilan siswa SMPLB Bina Karya Insani bagian B selesai mengerjakan UN bahasa Indonesia tepat waktu. Pukul 09.55 WIB seluruh siswa tunarungu/wicara itu mulai mengumpulkan lembar jawab yang telah mereka isi. Dengan nada kurang begitu jelas, Annisa Ayu Jatiri, salah satu siswi mengaku sedikit mengalami kesulitan mengerjakan soal bahasa Indonesia. “Tetapi bahasa Indonesia adalah pelajaran yang saya sukai,” tuturnya.
Di Solo sebanyak empat siswa SLB YKAB bagian A atau siswa tunanetra harus dibantu dua orang petugas untuk dapat melingkari jawaban soal UN. Para siswa juga mendapat tambahan waktu 20 menit dari waktu normal yang diberikan. “Sebelumnya kita juga pernah melaksanakan UN, dan ini bukanlah yang pertama,” kata Suharto, salah satu anggota panitia UN di sekolah itu. (Abdul Alim Muhamad Zamzami/Bagus Sandi Tratama/Ari Purnomo)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :