Jumat, 25/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

Wujudkan Indonesia Sehat dengan Kesadaran Politik

Selasa, 23/03/2010 09:00 WIB - ris

SOLO—Persoalan kesehatan tidak cukup hanya diatasi dengan program promotif dan preventif. Karena kesehatan tidak lepas dari kepentingan politik. Ungkap mantan Menteri Kesehatan RI, Siti Fadhilah Supari saat seminar kesehatan, di UMS, Senin (22/3).
Dalam acara bertema Mewujudkan Progresivitas dan Stabilitas Kiprah Bangsa Menuju Indonesia Sehat yang diselenggarakan di Auditorium Muhammad Djzasman  UMS tersebut, Fadilah mengutarakan sejumlah aspek yang menjadi permasalahan dalam bidang kesehatan.
“Kesehatan tidak pernah lepas dari politik. Selalu ada ancaman intervensi asing ke pada pemerintah dalam menentukan kebijakan kesehatan. Karena itu kita harus sadar dan berani tegas,” tutur Menteri yang dikenal konsisten menantang kapitalisasi kesehatan.
Siti Fadhilah menambahkan, masyarakat juga harus cerdas dan sadar akan hak-haknya. “Jamkesmas bukanlah program kebaikan pemerintah. Tapi itu adalah hak masyarakat yang dijamin dalam undang-undang dasar,” ujarnya.
 Siti Fadhilah memang telah banyak memberikan gebrakan di bidang kesehatan, terutama karena keberpihakannya kepada rakyat kecil. Salah satunya adalah program jaminan kesehatan bagi rakyat miskin atau Jamkesmas. Program yang dihasilkannya saat menjabat sebagai menteri tersebut diketahui telah membantu 76,45 juta penduduk miskin yang tersebar di seluruh Indonesia.
Sementara itu, Eko Prasetyo penulis buku Orang Miskin Dilarang Sakit pada acara tersebut mengatakan telah terjadi kontradiksi yang mencolok dalam dunia kesehatan. Sektor kesehata selama ini telah menjadi komoditas, yang tidak disadari oleh kebanyakan pekerja medis atau dokter.
“Persoalan kesehatan adalah soal keberpihakan. Pendidikan kesehatan hingga saat ini tidak pernah mengajarkan mengenai keberpihakan. Padahal yang mengalami persoalan kesehatan sebagian besar adalah masyarakat miskin,”  (ris)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :