Minggu, 12/02/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : redaksi@harianjoglosemar.com
<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

Wonogiri Masih Aman dari Kekeringan

Rabu, 08/09/2010 09:00 WIB - son

WONOGIRI—Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, musim kemarau tahun ini diperkirakan Wonogiri relatif tidak kekeringan. Pasalnya, bulan Agustus dan September yang tahun sebelumnya kering, untuk tahun ini masih sering turun hujan dengan intensitas yang tinggi.
Demikian dikatakan oleh  Kepala Dinas Pengairan Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Wonogiri, Arso Utoro, Selasa (7/9). “Tahun 2009 lalu, di bulan September biasanya Wonogiri sudah kekeringan. Tapi tahun ini laporan kekeringan belum ada. Info yang kami terima dari BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) kemarau tahun 2010 – 2011 tergolong kemarau basah. Dua tiga hari masih ada hujan. Biasanya dengan interval tiap dua pekan,” paparnya.
Wilayah Kecamatan Paranggupito yang biasanya paling parah menderita kekeringan tiap tahunnya masih bisa mengumpulkan air. Penampungan air hujan dilakukan dengan bak penampungan.
“Meski masih ada air, namun karena Lebaran, kebutuhan air bersih untuk minum tetap kami sediakan. Pemkab siap kirim 20 tangki air bersih ke sana. Untuk kebutuhan lain semisal cuci dan kakus masih bisa memakai air tampungan dari air hujan,” terangnya.
Sementara dari data terakhir di ESDM, sebanyak 77 telaga yang tersebar di Kabupaten Wonogiri masih terisi air, meski hanya sekitar 15 hingga 20 persen volumenya.
Camat Paranggupito Sariman mengatakan hingga kemarin belum ada bantuan air bersih yang datang. Dirinya khawatir bila tidak segera dikirim, maka saat Lebaran masyarakat terpaksa harus menggunakan air hujan untuk minum dan makan.
“Kami harap segera dikirim. Pihak kecamatan baru bisa memfasilitasi pengadaan air untuk fasilitas umum. Untuk air minum warga masih mengonsumsi air hujan,” terangnya.
Dia berharap agar pengiriman air dipercepat guna menghindari terjadinya bentrok di masyarakat akibat berebut air bersih yang meski ada sumber mata airnya namun jumlah terbatas. Justru mata air yang belum dimanfaatkan oleh Pemda masih ada, namun karena belum ada pompa dan pipa warga tidak bisa memanfaatkannya. (son)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :