BANJARSARI—Yayasan Majelis Tafsir Alquran (MTA) Surakarta siap mendukung pasangan bakal calon walikota KP Eddy Wirabhumi-Supradi Kertamenawi (Wi-Di). Dukungan itu diungkapkan secara eksplisit melalui pernyataannya. Namun MTA tidak mengarahkan suara jemaah mereka ke pasangan tersebut.
Ketua MTA Surakarta, Ustaz Ahmad Sukina menjelaskan, bentuk dukungan yang ia berikan merupakan dorongan pada Wi-Di untuk terus maju dalam Pilkada pada 26 April nanti. Karena menurutnya semakin banyak yang mencalonkan menjadi walikota akan semakin baik.
“Saya berikan dukungan pada Mas Eddy untuk terus maju, tetapi saya tidak berikan arahan pada jemaah,” tandas Sukina saat menerima kunjungan silaturahmi Wi-Di, Rabu (24/3) di Gedung MTA.
Sukina beralasan, setiap jemaah yang ikut dalam kajian di MTA sudah paham, calon mana yang memenuhi kriteria walikota yang baik. Oleh karena itulah ia tidak mengarahkan pada salah satu pasangan calon walikota. “Jemaah memiliki hak pilih sendiri, dan mereka juga sudah mengetahui mana yang baik,” tuturnya.
Menurutnya, MTA bukanlah partai politik yang seakan menyatukan suara untuk mendukung satu pasangan. Namun bukan berarti jemaah di MTA akan Golput. Sukina juga mempersilakan, jika ke depannya pasangan tersebut akan bersilaturahmi di kajian yang diadakan oleh MTA. Sarannya itu, mungkin menjadi langkah positif Wi-Di, karena tiap minggu kajian di MTA dihadiri sekitar 4.000 jemaah.
Hanya saja, ia berpesan pada pasangan Wi-Di untuk berusaha bersungguh-sungguh dalam berusaha dan menyerahkan hasilnya nanti kepada yang Kuasa. Karena setiap hasil, yang menentukan adalah yang di atas. Selain itu, harus bersikap satria dalam menyikapi apa pun hasil Pilkada nantinya, baik menang atau kalah.
Sementara itu, safari politik jelang Pilkada ke MTA ini merupakan yang kedua kalinya, setelah sebelumnya dilakukan beberapa waktu lalu sebelum Supradi resmi mendampingi Wirabhumi. Ada yang beranggapan kegiatan itu adalah safari ke kantong-kantong agama, seperti yang disarankan ketua MPP DPP PAN Amien Rais beberapa waktu lalu.
Namun Wirabhumi tak membenarkan atau menyalahkan anggapan itu. Hanya saja kunjungan tersebut adalah wujud silaturahmi dan meminta restu dari tokoh-tokoh Solo. “Masyarakat Solo ini sangat majemuk, maka semua elemen masyarakat harus didekati. Salah satu elemen terbesar di Solo adalah MTA, maka kami wajib sowan ke sini,” papar Wirabhumi.
Sebelumnya pasangan Wi-Di telah melakukan safari di wilayah bantaran di RT 04/ RW XIII Kelurahan Serengan, Minggu (21/3) pagi. Dalam kesempatan itu keduanya bahkan menyempatkan diri untuk sarapan bersama masyarakat bantaran dan berkeliling kampung. (nun)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




