SOLO—Keikutsertaan beberapa tokoh nasional sebagai juru kampanye (Jurkam) dalam Pilkada Solo dipastikan berubah dari rencana awal. Jika pasangan Eddy Wirabhumi-Supradi Kertamenawi (Wi-Di) tetap menghadirkan dua tokoh nasional sebagai jurkam, tidak demikian dengan pasangan calon Joko Widodo-FX Hadi Rudyatmo (Jo-Di).
Padahal berdasarkan rencana awal, bakal banyak tokoh-tokoh nasional dan daerah yang akan men-support pasangan calon dalam Pilkada Solo. Sekretaris DPC PDIP Kota Solo, Teguh Prakoso kepada wartawan di Gedung Dewan, Rabu (14/4) mengatakan, kemungkinan tidak akan ada Jurkam nasional (Jurkamnas) yang akan berkampanye untuk pasangan calon Jo-Di.
“Kalau didasarkan atas schedule tim yang telah dibuat hingga tanggal 18 April, memang belum ada (jurkam nasional, red). Dan kami rasa kemungkinan tidak akan ada,” papar dia, yang juga masuk dalam jajaran Tim Pemenangan Jo-Di.
Padahal dalam rapat koordinasi dengan DPD, DPC telah dipersilakan mengajukan permintaan Jurkam untuk mensupport pelaksanaan Pilkada.
Dijelaskan Teguh, tidak diambilnya kesempatan untuk menghadirkan Jurkam nasional bukan karena sudah unggul sebagai incumbent. Hal ini lebih karena PDIP Kota Solo ingin memberikan kesempatan untuk daerah lain yang lebih membutuhkan kehadiran Jurkam nasional dan daerah.
Lebih lanjut, Jajaran Tim Pemenangan Jo-Di lainnya, Paulus Haryoto menambahkan, jika tidak dihadirkannya Jurkam nasional lantaran, Jo-Di tidak berencana menggelar kampanye terbuka. “Namun jika memang nanti ada yang datang, bisa dihadirkan pada kampanye dialogis,” ungkapnya.
Dikatakan meski hampir dipastikan tidak menghadirkan Jurkam nasional, beberapa nama tokoh nasional seperti Puan Maharani, Hidayat Nur Wahid, serta Ario Bimo telah didaftarkan ke KPU sebagai Jurkam Jo-Di.
Terpisah, Wakil Ketua Tim Pemenangan, Supriyanto mengatakan, jika timnya telah menjadwalkan kehadiran dua tokoh nasional untuk mengisi kampanye pasangan calon Wi-Di. Dua tokoh nasional sebagaimana dimaksud adalah Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie (Ical) dan Fungsionaris Partai Demokrat, yang juga Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Mallarangeng.
“Untuk Andi Mallarangeng dijadwalkan pada 16 April dan Ical pada 21 April. Semuanya sudah positif,” ungkap dia. Dikatakan, untuk Aburizal Bakrie telah direncanakan untuk menghadiri kampanye di wilayah Kelurahan Mojosongo. Tim telah merancang kampanye ini akan digelar secara terbuka di tanah lapang.
Sementara, untuk Andi Mallarangeng dijadwalkan menghadiri kampanye yang digelar di Wirabhumi Center.
Pelanggaran
Di sisi lain, tim kampanye pasangan calon walikota Jo–Di dilaporkan Panwascam Jebres ke Panwaskot. Indikasi pelanggaran tersebut adalah adanya anak di bawah umur, yang ikut dalam kampanye dialogis pada Minggu (11/4) lalu di Gedung Serbaguna Pucang Sawit, Jebres.
“Pelanggaran yang ditemukan oleh Panwascam yakni adanya anak di bawah umur yang diajak kampanye dialogis,” tandas Ketua Panwascam Jebres, Mutaqin kepada Joglosemar, Rabu (14/4).
Seharusnya, lanjut Mutaqin, anak-anak yang masih di bawah umur atau belum punya hak pilih, tidak boleh diajak berkampanye. Waktu itu kampanye digelar mulai pukul 20.00 WIB hingga 22.30 WIB dan dihadiri kurang lebih 500 orang termasuk anak-anak. Menanggapi adanya SMS yang mengatasnamakan pasangan calon walikota Jo–Di, Mutaqin telah mengklarifikasi dengan tim sukses yang bersangkutan. Mereka membantah jika SMS itu berasal dari pihaknya. (cka/apl)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







