SUKOHARJO—Untuk melestarikan adat budaya daerah, Dinas Pariwisata Kabupaten Sukoharjo menyelenggarakan ritual Pulung Langse, Minggu (10/1) di objek wisata ziarah makam Kiai Balak di Desa Mertan, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo.
Pelepasan Langse dan pencucian Langse memulai pembukaan acara ritual tersebut. Tidak hanya itu saja, pentas seni tayub, peraga yuyu kangkang, jurit suropaten dan jatilan juga ikut memeriahkan acara itu.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sukoharjo, Wahyudi mengatakan, acara ritual tiap tahunan itu diharapkan tetap bertahan sebagai nilai leluhur dan pengembangan integrasi budaya. “Nilai sejarah tradisional Jawa dapat tergambarkan dalam acara ini seperti acara seni jatilan, tayub, dan lain-lain,” ujarnya.
Wahyudi juga mengatakan, meskipun acara itu hanya melakukan persiapan satu minggu, namun hasil yang dicapai dalam acara ritual itu sesuai dengan target. Hal itu terlihat dari jumlah pengunjung yang melebihi kapasitas lokasi kirab dan pengunjung juga banyak yang datang dari luar daerah lain.
“Ke depan kalau budaya ini dapat dilestarikan dan selalu dikembangkan dimungkinkan para investor akan meliriknya, sehingga pariwisata di Sukoharjo akan hidup,” ujarnya kepada Joglosemar.
Prosesi sesaji kirab yang diserahkan pada sesepuh Desa Mertan pada juru kunci makam, kemudian diperebutkan oleh masyarakat menjadi penutup acara itu. (mal)
Warga Padati Ritual Pulung Langse
Senin, 11/01/2010 11:00 WIB - mal








