Jumat, 25/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

Warga Kesulitan Air Bersih

Jumat, 29/10/2010 09:00 WIB - lim

KLATEN—Pipa distribusi air bersih di Desa Sidorejo dan Balerante, Kecamatan Kemalang, Klaten rusak diterjang awan panas ketika Merapi meletus, Selasa (26/10).
Akibatnya, pengungsi yang kembali ke kawasan tersebut tidak mendapatkan air bersih dari sumbernya, yakni mata air Bebeng, Kabupaten Sleman, DIY.
Camat Kemalang, Suradi mengatakan, sejak Rabu (27/10) hingga Kamis (28/10) siang, warga di tiga lokasi pengungsian lereng Merapi tidak sedikit yang kembali ke rumah-rumah mereka.
Di sana, mereka bermaksud menjaga harta benda, memberi makan ternak atau malah mengambil keperluan selama mengungsi. Namun mereka mendapati air di keran-keran tidak keluar karena pipa distribusinya rusak diterjang awan panas pada Selasa (26/10) lalu.
”Hal itu diceritakan kepala desanya. Namun hanya sebagian warganya saja yang mengalami itu,” terang dia, Kamis (28/10).
Dikatakan Suradi, pihaknya belum dapat memastikan perbaikan pipa distribusi air tersebut karena aktivitas Merapi tidak dapat diprediksi secara kasat mata. Hingga kemarin, seluruh kegiatan di kecamatannya masih dipusatkan pada tiga lokasi pengungsian, yakni lapangan Desa Dompol, Keputran dan Bawukan, Kecamatan Kemalang.
“Kemungkinan perbaikan akan kita lakukan setelah kondisi Merapi berangsur normal,” ujarnya. 
Sementara itu, Kades Balerante, Sukono meminta Pemkab Klaten mengatasi ketersediaan air di kawasan tersebut, jika para pengungsi telah kembali ke rumah masing-masing. Perlu diketahui, Desa Balerante dan Sidorejo hanya berjarak empat kilometer dari puncak Merapi. Di wilayah tersebut, air tanah sangat sulit ditemukan. Kebutuhan airnya pun diambil dari sumber air Bebeng.
Pada bagian lain, Dirut PDAM Klaten, Ambar Muryati menjamin, pengungsi tidak akan kekurangan air. Oleh PDAM, sudah disediakan 14 bak penampung air bersih, masing-masing empat buah untuk Dompol dan Keputran serta enam buah untuk Bawukan.
”Tergantung pemakaian. Kalau kurang, langsung ditambah dan saya pastikan selalu penuh di baknya,”kata dia, kemarin. (lim)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :