PUCANG SAWIT—Meskipun pihak Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menegaskan akan melakukan proyek penguatan tanggul mulai bulan Mei mendatang, namun sejumlah warga yang tinggal di RW VIII Kelurahan Pucangsawit bersikukuh belum mau pindah. Pasalnya, rumah relokasi mereka yang terletak di Ngemplak Sutan Mojosongo hingga kini belum bisa dihuni karena terhambat pembangunannya.
Salah satu warga, Budiyanto menegaskan, dirinya baru akan pindah, ketika rumah relokasi yang difasilitasi Pemerintah Kota (Pemkot) Solo di Mojosongo itu rampung. “Sekarang saja,masih banyak rumah relokasi yang belum terbangun. Bagaimana kami bisa pindah, kalau rumah relokasinya belum jadi,” ujar dia, kemarin.
Berdasarkan pantauan Joglosemar di lapangan, masih ada 112 KK yang tinggal di tanah negara bantaran Pucang Sawit yang belum direlokasi akibat mandeknya proses pembangunan rumah relokasi Ngemplak Sutan. Macetnya proyek, disebabkan adanya pengalihan dana senilai Rp 272 juta untuk pembangunan talut di sekitar rumah relokasi.
Salah satu warga yang lain, Sugeng (48) ketika ditemui menyatakan kekhawatirannya jika rumah relokasi tersebut belum juga jadi.
Sementara itu, Pihak Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) mendesak Pemkot Solo segera menyelesaikan proses relokasi warga bantaran maksimal hingga bulan Mei mendatang. Jika tidak dipenuhi, maka ada kemungkinan dana proyek penguatan tanggul senilai Rp 151 miliar akan dialihkan untuk daerah lain.
Dana Dialihkan
Di sisi lain, hingga saat ini, sebanyak 538 rumah yang berada di atas tanah bantaran Sungai Bengawan Solo, belum di relokasi oleh Pemkot Solo. Data yang dihimpun Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Bapermas P3AKB) Kota Solo menyebutkan, di antara jumlah tersebut 507 KK diperkirakan termasuk dalam warga bantaran yang memiliki Hak Milik (HM) tanah, 30 KK yang menempati Tanah Negara (TN) namun belum melengkapi persyaratan administrasi, dan 1 KK yang tak menyepakati tempat relokasi.
Kasi pelaksanaan Sungai dan Pantai BBWSBS, Salimin ATPM kepada Joglosemar mengatakan, pihaknya menargetkan setidaknya bulan Mei tahun ini, proyek penguatan tanggul harus segera dimulai. “Kami menargetkan bulan Mei proyek tanggul harus sudah dikerjakan, mengingat pada bulan itu sudah musim kemarau, sehingga mempermudah proses pemadatan tanggul. Sehingga kami mengharapkan Pemkot bisa menyelesaikan relokasi hingga bulan Mei,” urai dia, ketika dihubungi, kemarin.
Ia menambahkan, jika tahun ini proyek penguatan tanggul Bengawan di Solo tidak tercapai, maka dana Rp 151 miliar tersebut dialihkan ke daerah lain seperti Wilayah Sragen, Karanganyar, atau Sukoharjo.
Sebenarnya, Pemkot melalui DPU telah mengerti kondisi seperti yang dipaparkan Salimin, akan tetapi Salimin mengatakan proses relokasi tergolong lambat. “Kemarin Pak Walikota bilang sudah ada boyongan warga relokasi, akan tetapi ketika kita cek di wilayah Pucang Sawit, masih banyak rumah yang masih di bantaran. Kata warga rumah relokasi mereka belum jadi,” ungkap dia. (dya/mur)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




