WASHINGTON—Amerika Serikat (AS) mendakwa seorang wanita yang dikenal sebagai JihadJane, telah merekrut pejuang jihad lewat internet. Dia juga dituduh melakukan konspirasi pembunuhan terhadap seorang warga Swedia yang tidak dikenal.
Pihak Departemen Kehakiman AS memaparkan dakwaan atas Collen LaRose yang ditangkap pada Oktober 2009 lalu, beberapa jam setelah kepolisian Irlandia menangkap tujuh orang yang dituduh merencanakan pembunuhan terhadap seorang kartunis asal Swedia.
LaRose didakwa atas tuduhan konspirasi dengan menyediakan informasi yang mendukung pihak teroris, konspirasi untuk membunuh warga asing, melancarkan tuduhan menyesatkan kepada pejabat pemerintah dan percobaan pencurian identitas. Demikian diberitakan AFP, Rabu (10/3).
Dia menggunakan media internet untuk merekrut anggota di Asia Selatan, Eropa dan AS untuk melakukan aksi teror. Ia juga dituduh mengincar perempuan yang memiliki paspor Eropa untuk melakukan aksi jihad yang disertai kekerasan.
Dalam penyelidikannya, LaRose diyakini menerima dua pesan pada Maret 2009 lalu dari seseorang di sebuah negara di Asia Tenggara, dan kemudian menyuruhnya untuk membunuh warga Swedia. Salah satu pesan tersebut berisi suruhan membunuh warga Swedia itu, untuk membuat ketakutan kepada dunia kafir.
Hingga kini Departemen Kehakiman menolak berkomentar apakah LaRose memiliki kaitan dengan penangkapan empat pria dan tiga perempuan di Irlandia pada hari Selasa (9/3).
Tidak Terganggu
Tujuh orang itu ditangkap di Kota Cork dan Waterford. Penangkapan ini sendiri dilakukan atas koordinasi antara pihak agen keamanan Amerika Serikat (AS) dan Eropa. Demikian diberitakan AFP, Rabu (10/3).
Polisi memastikan jika mereka merupakan warga muslim yang berencana untuk membunuh Lars Vilks, seorang kartunis Swedia yang kepalanya dihargai sebesar 100.000 dolar AS atau sekitar Rp 917 juta oleh Al Qaeda.
Sementara Vilks sendiri merasa tidak terganggu atas penangkapan tersebut, ataupun ancaman atas nyawanya. ”Saya tidak takut, saya telah mempersiapkan segalanya termasuk sebuah kapak jika ada seseorang yang masuk ke rumah saya,” ungkap Vilks.
Kartunis yang menggambar sosok Nabi Muhammad dengan tubuh seekor anjing itu juga sempat menerima ancaman melalui telepon pada awal tahun ini. Telepon ancaman tersebut diketahui berasal dari Somalia. Sejak saat itu kepolisian Swedia telah memperingatkan dirinya akan adanya bahaya yang mengancamnya. (oke)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







