BALAIKOTA—Walikota Solo, Joko Widodo (Jokowi) optimis tahun ini relokasi warga bantaran yang menempati Tanah Negara (TN) bisa diselesaikan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo. Sementara untuk yang menempati tanah Hak Milik (HM), secara bertahap akan diproses.
Namun orang nomor satu di Kota Bengawan ini tak yakin proses relokasi bisa rampung tahun ini juga. “Untuk yang HM mulai diproses tahun ini, tetapi belum bisa selesai semuanya,” ucap Jokowi ketika ditemui wartawan di Balaikota, Selasa (23/3)
Walikota menegaskan, dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2010 telah dianggarkan Rp 5 miliar untuk dana relokasi warga bantaran yang memiliki sertifikat. Padahal diperhitungkan, total kebutuhan ganti rugi tanah warga bantaran HM mencapai angka sekitar Rp 40 miliar.
“Nanti dana yang Rp 5 miliar itu, kita gunakan terlebih dahulu untuk relokasi hak milik. Nanti sisanya sambil berjalan kita carikan dana. Dari APBD Perubahan kemungkinan juga bisa nambahi,” ujar dia.
Sementara mengenai relokasi tanah negara, Jokowi menegaskan, tahun ini bisa diselesaikan. Jokowi mengatakan, untuk yang tanah negara hanya tinggal 30 rumah di Kelurahan Pucangsawit yang belum direlokasi, karena rumah barunya belum selesai dibangun. Sehingga proyek penguatan tanggul Sungai Bengawan Solo bisa segera dikerjakan setelah proses relokasi warga bantaran beres.
Disinggung mengenai desakan dari pihak Balai Besar Walayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) agar Pemkot secepatnya menyelesaikan relokasi, Jokowi mengatakan, bisa dilakukan secara bertahap. “Ya nanti mana daerah yang sudah direlokasi, Balai Besar bisa masuk mengerjakan proyek di situ sambil menunggu daerah lain selesai relokasinya,” jawabnya.
Sebelumnya, Kasi pelaksanaan Sungai dan Pantai BBWSBS, Salimin ATPM kepada Joglosemar mengatakan, pihaknya menargetkan bulan Mei tahun ini, proyek penguatan tanggul harus dimulai.
Ia menambahkan, jika tahun ini proyek penguatan tanggul Bengawan di Solo tidak tercapai, maka dana Rp 151 miliar tersebut dialihkan ke daerah lain seperti wilayah Sragen, Karanganyar, atau Sukoharjo. (dya)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




