JOHANNESBURG—Kekalahan bukanlah akhir yang diinginkannya, tetapi kapten Belanda Giovanni van Bronkhorst tetap bangga atas apa yang diperoleh timnya pada Piala Dunia.
“Menyerah satu gol empat menit sebelum pertandingan berakhir berarti kami sangat dekat meski akhirnya gagal,” kata pemain berusia 35 tahun yang pada Mei lalu mengumumkan akan segera gantung sepatu.
“Saya gembira sudah memperoleh ini (laga di final Piala Dunia) tapi kekecewaan atas hasil akhir laga cukup sulit buat saya. Tapi kita bisa berbangga atas apa yang telah kita lakukan,” tukasnya, Senin (12/7).
“Jika saja kami berhasil mencetak gol lebih awal, tentu hasilnya akan berbeda. Anda tidak akan mendapat banyak kesempatan dari Spanyol dan sungguh mengecewakan kami gagal menyarangkan gol, setidaknya satu dari dua kesempatan yang kami dapat.”
Van Bronckhorst membuat debut di klub Feyenoord pada tahun 1994 dan empat tahun kemudian bergabung dengan Rangers, kemudian di Arsenal dan Barcelona sebelum kembali ke Feyenoord pada tahun 2007.
Ia ditarik keluar dari lapangan 15 menit sebelum berakhirnya perpanjangan waktu. “Saya menjegal Iniesta dan merasakan kram di betis. Setelah beberapa saat saya merasa tidak bisa melanjutkan pertandingan dan harus digantikan.”
Van Bronckhorst akan bergabung dengan staf teknik Feyenoord. Ia juga sudah ditawari untuk menjadi asisten pelatih tim usia di bawah 21 tahun Belanda. “Saya meninggalkan tim yang menurut saya sangat mampu untuk kejuaraan Eropa mendatang. Kami bekerja keras selama dua tahun dan nyaris menang, dan sekarang mereka akan memulai lagi untuk kejuaraan Eropa.” (ant)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




