Jumat, 25/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

Usai Ujian, Jangan Lupa Refleshing

Minggu, 28/03/2010 09:00 WIB - Dwi Hastuti

What’up guys? Gimana dengan ujian kamu? Wah, pasti masih pusing dan stres mikirin hasil ujian. Ya, memang nggak bisa dipungkiri kondisi pikiran dan psikologis kita sangat terfosir dengan ujian. Pasti, pikiran temen-temen masih dihantui dengan soal-soal ujian. Belum lagi masih bimbang dengan sikap yang diambil temen-temen untuk langkah selanjutnya.
Guys, kalau sudah begini apa yang harus dilakukan, ya? Jalan satu-satunya adalah dengan melakukan refreshing. Kegiatan yang satu ini memang meiliki manfaat dahsyat. Apakah temen-temen mengetahui mengapa refreshing sangat bermanfaat?
Ternyata refreshing itu sangat penting dilakukan. Karena sejatinya otak manusia itu membutuhkan hiburan sejenak pasca melakukan sesuatunya yang banyak menguras pikiran. Seperti halnya saat teman-teman sehabis belajar, mengerjakan tugas sekolah, pasca-Ujian Nasional (UN) sangat dianjurkan untuk melakukan refreshing meski hanya sejenak.
Seperti diungkapkan oleh Juliani Prasetyaningrum, Psikolog dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kepada Joglosemar beberapa waktu yang lalu. Juliani mengungkapkan bahwa refreshing itu perlu dilakukan meski hanya sebentar. Refreshing bermanfaat untuk menjaga kesehatan fisik dan psikologis.
“Terkadang otak kita itu sudah dicapekkan dengan tugas ini dan itu. Sehingga alangkah baiknya jika kita membuat kembali otak kita menjadi fresh yaitu dengan refreshing,” tutur Juliani.
Selain membuat otak dan pikiran fresh kembali, ternyata refreshing tersebut juga memiliki banyak manfaat lho. Seperti mampu menghindari dari dari tekanan akibat pekerjaan. Kemudian kita bakal terasa lebih ringan dan mudah untuk menyerap pelajaran kembali.
Banyak hal yang dapat kita lakukan untuk me-refreshing diri. Juliani pun menambahkan bahwa refreshing itu tidak perlu yang mahal-mahal. Jadi jangan takut melakukan refreshing hanya karena kantong kering.

Musik
Ternyata nonton televisi, baca komik ringan, jalan-jalan, pergi ke rumah teman, bantu masak ibu dan masih banyak lagi contoh refreshing yang tidak membutuhkan banyak uang. Karena sejatinya refreshing adalah merilekskan otak.
“Jadi refreshing itu tidak selalu diartikan dengan belanja ke mal, piknik ke tempat wisata atau shopping. Tapi asal kegiatan itu sifatnya menghibur maka sudah bisa dikatakan refreshing,” imbuh Psikolog yang tinggal di daerah Laweyan tersebut.
Sebagai contoh, teman kita yang satu ini, nih Inez Desy Astary siswa kelas XII Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 6 Surakarta. Setelah disibukkan dengan tugas sekolah, atau pekerjaan rumah yang menumpuk Inez selalu menyempatkan waktu untuk refreshing meski hanya sebentar.
“Biasanya kalau sehabis belajar saya nonton televisi atau dengerin musik di rumah, lalu kalau habis UN ini saya jalan-jalan dengan teman-teman supaya pikiran menjadi fresh kembali,” ucapnya.
Hal senada pun juga diungkapkan oleh Yunus Irfan Nugroho, siswa kelas IX Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri I Surakarta. Tak berbeda jauh dengan Inez, Yunus mengungkapkan bahwa refreshing itu sangat penting dilakukan.
“Biasanya kalau sehabis semesteran saya ke rumah nenek yang ada di desa untuk sekadar jalan-jalan. Lalu kalau sehari-hari di rumah saya biasanya baca komik-komik lucu supaya tidak spaneng karena belajar,” ujarnya.
So, meski teman-teman nantinya sehabis UN masih ada Ujian Sekolah (US) namun refreshing sebentar itu sangat diperlukan. “Meski masih banyak pekerjaan yang belum kelar, namun alangkah baiknya jika setelah belajar agak lama, refreshing itu perlu dilakukan,” urai Juliani. (Dwi Hastuti)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :