KLATEN (Joglosemar): Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-81 di Alun-alun Klaten, Rabu (28/10) kemarin, membuat kalangan anggota DPRD Klaten meradang di ruang sidang. Pasalnya, hanya sedikit pemuda yang terlibat dalam upacara Hari Sumpah Pemuda tersebut.
Dalam sidang Paripurna Dewan, Wakil Ketua DPRD Klaten, Darmadi dan didukung beberapa anggota Dewan lainnya sempat mengkritik minimnya partisipasi ormas kepemudaan dalam upacara itu.
“Ini hari Sumpah Pemuda, harinya pemuda, kok kehadiran ormas pemuda di Klaten tidak terakomodir secara imbang?” ujar Darmadi kepada wartawan usai sidang Paripurna, Rabu (28/10).
Terkait dengan masalah tersebut, Darmadi mengkritik Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Cabang Klaten yang dinilai tidak mengundang sejumlah perwakilan kepemudaan di Klaten.
“Upacara tadi benar-benar membuat kami kecewa. Elemen kepemudaan banyak yang tidak hadir. Seharusnya KNPI mengakomodir keberadaan ormas pemuda di upacara itu,” lanjutnya.
Senada, Ketua Fraksi Gerakan Pembangunan Bangsa, Muslim Fadlil juga sangat menyayangkan minimnya peran pemuda tersebut. Dikatakan, dalam upacara tersebut, tidak ada 50 persen unsur kepemudaan yang hadir, dibandingkan tahun lalu.
Padahal, menurut Muslim Fadlil, KNPI telah diberi anggaran tidak sedikit untuk operasional KNPI, termasuk untuk pelaksanaan upacara.
Terpisah, Joko Wiyono mengatakan, minimnya peran pemuda dalam upacara tersebut disebabkan, banyak pemuda yang masih sibuk dengan berbagai macam urusan, sehingga tidak dapat menghadiri upacara.
“Waktu ini banyak mahasiswa yang masih menjalani mid semester, sementara yang lain saya yakin masih berkutat dengan masa pendaftaran CPNS. Lagi pula jadwal pelaksanaannya sangat mepet,” tukasnya. (lim)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




