SRAGEN—Bupati Sragen, Untung Wiyono mengimbau agar para tokoh di belakang aksi segera menghentikan gerakan menghujat maupun menggoyang kepemimpinannya. Ini dilontarkan menyusul gelombang demo yang terus disuarakan sejumlah elemen dan mantan anggota DPRD Sragen dalam dua pekan terakhir.
Dalam sebuah kesempatan tatap muka dengan ratusan paguyuban penarik becak se-Kabupaten Sragen Sabtu (6/3), di Pendapa Rumah Dinas Bupati, Untung juga meminta semua pihak bisa menjaga kondusivitas sampai kepemimpinannya berakhir satu tahun ke depan.
“Tolong lah biarkan saya menjalankan sisa jabatan yang tinggal satu tahun dua bulan ini dengan tenang. Kalau ada pihak-pihak yang tidak suka dengan saya ya jangan terus main demo,” paparnya di hadapan ratusan penarik becak yang sengaja diundang untuk datang ke Pendapa.
Untung menilai aksi demo yang digerakkan segelintir oknum tersebut kental nuansa politis. Sebab, menurutnya persoalan ijazahnya yang diduga palsu sebenarnya sudah selesai dan oleh pengadilan dinyatakan tidak terbukti.
Bahkan, ia menilai isu-isu yang diangkat dalam demo tak lebih sekedar fitnah belaka. “Semua itu fitnah yang tidak benar. Silahkan dititeni saja, bagi saya, sapa nandur bakal ngunduh,” ujarnya.
Ia juga menyebut gerakan unjuk rasa sengaja dihembuskan pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan celah untuk kepentingan tertentu. Bahkan tanpa segan, ia menyebut salah satu tokoh di balik gerakan justru berasal dari orang dalam yang selama ini sangat dekat dengan dirinya.
“Kalau memang ada yang merasa dirugikan cukup laporkan ke polisi biar nanti polisi yang ngurus. Rakyat jangan dibodohi dan dirugikan oleh demo,” tegasnya.
Sumbang Tukang Becak
Pada bagian lain, secara khusus Bupati juga mewanti-wanti agar tukang becak tidak mudah tergiur ajakan untuk berdemo.
Imbauan ini disampaikan mengingat hampir tiap kali demo digelar, mayoritas peserta memang didominasi tukang becak yang diduga sengaja dibayar. “Ini saya kasih modal untuk kerja. Dan tidak usah ikut-ikutan demo lagi,”pintanya.
Bupati juga menyumbang dana sekitar Rp 13 juta untuk modal koperasi milik tukang becak itu.
Di sisi lain, hari ini para demonstran dikabarkan akan kembali menggelar unjuk rasa ke Ndayu Park dan PT Aroma Sukowati. Dua tempat ini didemo lantaran disebut-sebut milik kerabat dekat Bupati.(yok)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







