Tanggal 11 Maret 2010, Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo tepat berulang tahun yang ke-34. Banyak prestasi baik di tingkat lokal, regional, nasional maupun internasional telah ditorehkan oleh salah satu perguruan tinggi negeri di Solo ini. Perguruan tinggi negeri yang lain adalah Institut Seni Indonesia (ISI) Solo.
Melihat perkembangan dan kemajuan UNS sejauh ini, kiranya kita perlu mendedah lebih dalam, apa yang telah dikontribusikan UNS bagi perkembangan dan cita-cita masa depan Kota Solo? Mengingat, Kota Solo adalah tempat di mana universitas ini berada. Sinergi harmonis antara lembaga pendidikan tinggi dengan pemerintah dan warga masyarakatnya, adalah sebuah keniscayaan.
Bagi UNS, kontribusi positif pada pembangunan dan pengembangan Kota Solo secara kelembagaan maupun dari sisi masyarakatnya merupakan praktik nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kota Solo dengan segenap kompleksitas masyarakatnya yang sedang berkembang menuju metropolitan merupakan laboratorium yang cukup lengkap dan dinamis bagi pengembangan ilmu, pengetahuan, teknologi dan seni.
Dinamika ekonomi, politik, sosial dan budaya Kota Solo menjadi sangat relevan bagi upaya mewujudkan visi UNS sebagai pusat pengembangan ilmu, teknologi, dan seni yang unggul di tingkat internasional, dengan berlandaskan pada nilai-nilai luhur budaya nasional. Semua yang dibutuhkan UNS dalam mengembangkan aspek ilmu, teknologi dan seni telah tersedia di Kota Solo.
Pencapaian prestasi Kota Solo dalam level internasional, dengan berbagai festival dan karnaval yang digelar, juga upaya Solo menjalin kerja sama dengan sejumlah kota di berbagai negara, menjadi alasan rasional bagi UNS untuk menjadi perguruan tinggi yang unggul di tingkat internasional.
Solo dengan ragam seni budaya warisan sejarah besar bangsa ini, sudah tidak diragukan lagi, merupakan salah satu referensi utama pengembangan nilai-nilai luhur budaya nasional. Universitas Sebelas Maret mestinya merasa beruntung, dalam rentang waktu 34 tahun telah menjadi bagian dari prestasi keberhasilan dan kemajuan Kota Solo.
PR Besar
Universitas Sebelas Maret berdiri sejak 11 Maret 1976, yang awalnya merupakan gabungan dari lima perguruan tinggi yang ada di Surakarta. Penggabungan beberapa perguruan tinggi tersebut, mempunyai satu tujuan yang besar, yakni meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Surakarta (dikutip dari www.uns.ac.id).
Dengan visi dan misi yang telah dicanangkan, Universitas Sebelas Maret mempunyai pekerjaan rumah yang sangat berat yaitu menjadi perguruan tinggi yang unggul di kawasan Asia Pasifik pada tahun 2015. Menjadi tidak mudah karena rentang waktu yang tinggal lima tahun ke depan. Akan tetapi, secara positif, optimisme pencapaian tujuan itu mestinya menjadi motivasi kuat bagi segenap civitas akademika UNS untuk bekerja lebih keras dan lebih cerdas.
Melihat akar sejarah kelahirannya, maka tidak ada alasan bagi UNS untuk menjadi besar dengan meninggalkan tanah kelahirannya, yaitu Solo atau Surakarta. Dua nama yang sampai sekarang masih hangat diperdebatkan soal nama yang tepat untuk Kota ini. Keterlibatan warga besar masyarakat Solo dan eks-Karesidenan Surakarta dalam membantu mewujudkan UNS sebagai perguruan tinggi yang unggul di Asia Pasifik, mestinya mulai diperhatikan lebih seksama. Bagaimanapun input mahasiswa UNS sebagian besar berasal dari lingkungan Kota Solo dan sekitarnya, alih-alih setelah lulus mereka diharapkan kembali ke masing-masing daerah untuk mengabdikan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama belajar di UNS.
Dengan memperhatikan kait kelindan yang sangat erat antara UNS dan Kota Solo, maka segenap kebijakan, peristiwa dan hal-hal besar yang lahir di Kampus Kentingan tidak bisa lepas dari pengawasan, kritik dan saran yang datang dari masyarakat Solo. Sebaliknya, apa yang sedang menjadi persoalan pemerintah dan masyarakat Solo, mestinya UNS mempunyai tanggung jawab moral dan intelektual untuk ikut mengurai dan menemukan solusi yang menyejarah, tepat dan menjawab tantangan perubahan masa depan kota.
Pemilihan Rektor
Di tahun ini, hampir berdekatan dengan proses seleksi penerimaan mahasiswa baru, UNS punya hajat besar yaitu memilih rektor untuk periode kepemimpinan empat tahun ke depan. Sepertinya momentum Dies Natalis ke-34 ini akan menjadi ajang pemanasan bagi sejumlah nama yang mulai meramaikan bursa bakal calon rektor. Terlepas dari perbedaan pandangan dan pilihan nama-nama yang mulai beredar, keluarga besar UNS mestinya mampu menjaga iklim akademik agar tetap kondusif.
Patut menjadi catatan, bagaimanapun, rektor UNS ke depan mempunyai tugas dan tanggung jawab yang tidak ringan, terutama mencapai tujuan terdekat yaitu menjadikan UNS sebagai perguruan tinggi yang berdaya saing di tingkat Asia Pasifik. Pastinya semua nama yang telah memenuhi syarat dan bersedia mengemban amanah kepemimpinan di UNS, tahu benar bagaimana detil denyut kehidupan di internal universitas. Akan menjadi lebih elok tentu jika Senat Universitas sebagai lembaga tertinggi pengambil keputusan, dapat mendengarkan suara-suara yang beredar dan menyaring untuk kemudian menetapkan nama yang paling tepat.
Waktu untuk itu memang masih cukup lama, tapi jika kita cukup jeli untuk mulai menelisik, di sejumlah sudut Kota Solo perbincangan mengenai siapa yang pantas, atau siapa yang mungkin, dengan berbagai alasan untuk menjadi Rektor UNS ke depan sudah mulai terdengar. Tentu saja hal itu terjadi karena warga Kota Solo punya rasa memiliki pada UNS dan lebih dari itu punya tanggung jawab untuk ikut berkontribusi demi kebaikan di masa yang akan datang.
UNS dan masa depan Kota Solo sepertinya patut menjadi salah satu pokok kajian yang perlu dieksplorasi lebih luas dan lebih dalam di masa-masa yang akan datang. Hal ini untuk menjawab keraguan sejumlah masyarakat yang masih memandang kaum intelektual kampus masih hidup di menara-menara gading yang jauh dari realitas sosial yang terjadi di sekitarnya. Lebih jauh lagi kontribusi positif lembaga perguruan tinggi pada masyarakat juga akan menghapus stigma universitas sebagai lembaga stempel pada kebijakan-kebijakan strategis pemerintahan.
Dirgahayu UNS.
Alumnus Ilmu Komunikasi UNS, peneliti Lembaga Kajian Media dan Transparansi
Informasi Publik (Matrik)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







