JAKARTA—Posko pengaduan Ujian Nasional (UN) SMA menerima banyak laporan perihal pelanggaran dan kecurangan dalam UN. Banyaknya kecurangan dinilai sebagai indikasi gagalnya pemerintah dalam melaksanakan UN.
”Kebijakan UN secara dasar, prinsip, filosofi dan genetikanya sudah bermasalah,” kata M Isnur, anggota Aliansi Pelajar dan Masyarakat Tolak UN, saat jumpa pers di Kantor PP Muhammadiyah, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (25/3.
Hingga Rabu (24/3), posko pengaduan UN telah menerima 20 laporan dari 12 kota dan lima provinsi. Dari 20 laporan tersebut, Isnur mengaku hanya empat laporan yang mereka cek lagi.
Dari pengaduan yang masuk, kecurangan atau pelanggarannya diduga bersifat sistematis. Beberapa pihak, mulai dari siswa, sekolah, hingga guru ikut terlibat.
Surakarta
Isnur juga berharap pemerintah tidak sembarang melempar tanggung jawab terkait tertukarnya soal ujian di Karangasem, Bali. Isnur meminta Mendiknas mau berbesar hati untuk mengakui kesalahannya.
Pelanggaran serupa menurut Isnur, bisa saja terulang pada UN SMP. ”Saya prediksi sampai SMP,” prediksinya.
Suparman dari Forum Guru Independen Indonesia meminta pemerintah mau untuk segera mengikuti putusan pengadilan. ”Harus memperbaiki segala aspek, mulai dari fasilitas pendidikan juga,” usul Suparman.
Berikut beberapa pengaduan yang diterima oleh posko antara lain di Jakarta, seluruh peserta ujian telat dan diketahui berkumpul di sebuah lokasi untuk membahas kunci jawaban. Ada juga keterlibatan bimbingan belajar dan memberikan bocoran soal ujian. Kemudian di Surakarta saat mengumpulkan lembar jawaban, pengawas tidak hati-hati, ada yang terlipat atau tercoret.
Untuk di NTB, ada SMS gelap yang masuk sekitar pukul 06.30 WITA dengan memberikan jawaban. Kemudian di Lombok Barat, ada penemuan pengawas yang berusaha dengan segala cara agar dapat meloloskan muridnya, Lamongan di sebuah Madrasah Aliyah, siswa kesulitan menjawab UN sehingga pihak sekolah membantu menjawab. Selanjutnya di Sidoarjo, siswa merasa risih karena banyaknya pengawas dan polisi yang hadir di ruang ujian. (dtc)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




