SUKOHARJO—Dinas Pendidikan (Disdik) Sukoharjo menjamin ujian nasional (UN) 2010 yang digelar Senin (22/3) hingga Jumat (26/3) tidak akan terjadi kebocoran. Pasalnya, Dinas Pendidikan (Disdik) sudah mengedarkan surat dari Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) ke seluruh sekolah bahwa ujian akan dilaksanakan dengan profesional.
Kepala Bidang SMP/SMA /SMK Dinas Pendidikan (Disdik) Sukoharjo, Dwi Atmojo Heri mengatakan, seluruh sekolah di seluruh Sukoharjo yang akan mengadakan UN agar bersikap profesional, dan menghindari kecurangan.
”Siswa yang sedang melakukan persiapan UN jangan sampai terkecoh dengan kunci jawaban saat ujian nanti, karena hal itu tidak benar,” ujarnya.
Menurut Heri, soal ujian sudah diambil dari percetakan dan langsung ke gudang Dinas Pendidikan selanjutnya dijaga oleh Polisi. Jadi dengan penjagaan ketat seperti itu kemungkinan kecil terjadi kebocoran. ”Mendingan siswa belajar dengan rajin dan berdoa, karena lulus tidaknya ujian tergantung siswa sendiri,” jelasnya.
Terkait pengawasan UN, Heri menjelaskan, Disdik akan melakukan sistem silang dan koordinator pengawas dari Univet Bantara Sukoharjo. Ada juga pengawas dari tim pemantau independen (TPI) yang berasal dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). ”Nantinya di dalam ruang kelas ada dua pengawas yang terdiri dari satu pengawas silang satu dari TPI,” terangnya.
Sementara itu untuk menjamin keamanan jalannya UN, Komisi IV DPRD Wonogiri siap melakukan inspeksi mendadak (Sidak) hari Senin (22/3). “Untuk lokasinya nanti menunggu keputusan bersama. Tapi yang pasti tidak di sekitar kota,” terang Ketua Komisi IV, M Zainuddin, Sabtu (20/3).
Dijelaskan, sebelumnya soal UN dikumpulkan di aula Dinas Pendidikan untuk disortir sesuai jurusan pendidikan. Soal ujian itu lalu diinapkan hingga Minggu pagi dan dikawal aparat Polres Wonogiri. Sejak dari Semarang, truk tronton yang membawa soal ujian sudah dikawal aparat Polda Jateng. (son/mal)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




