SOLO—Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), bekerja sama dengan Leipzig University, Jerman, melakukan restorasi terhadap sekitar 800 naskah kuno koleksi perpustakaan Keraton Surakarta.
“Proyek ini bertujuan untuk mengawetkan naskah kuno Keraton. Karena melihat kondisi naskah saat ini sudah banyak yang rusak akibat termakan usia,” terang Rektor UMS, Prof Dr Bambang Setiadji, kepada Joglosemar, Senin (15/3).
Ditambahkan Koordinator Program Manuskrip Keraton Surakarta, Dra Chusniatun, ME, pada proyek restorasi ini, dilakukan pendokumentasian secara digital terhadap seluruh manuskrip peninggalan Keraton Kasunanan Surakarta.
Dokumentasi dilakukan dengan memotret semua bagian naskah. Hasil foto tersebut selanjutnya akan disimpan secara digital. Sebelumnya, naskah tersebut pernah direstorasi pada 1983. Namun dengan berjalannya waktu banyak naskah yang sudah rusak dan perlu dilakukan perbaikan kembali.
“Naskah tersebut nantinya akan tersimpan dalam komputer. Sehingga mereka yang membacanya tidak perlu membuka naskah asli, namun cukup mengakses melalui komputer. Hal tersebut untuk mencegah rusaknya naskah,” jelas
Proyek restorasi dibantu dengan perlengkapan dan seorang tenaga ahli dari Leipzig University, Jerman, serta melibatkan mahasiswa dan dosen UMS dalam pengerjaannya. “Hingga saat ini sebanyak 222 naskah telah dilakukan penanganan. Di mana 40 persennya telah mengalami kerusakan,” ungkapnya.
“Untuk naskah yang sudah rusak, seperti berlubang atau rapuh akan ditangani secara khusus. Penambalan diupayakan agar sama seperti kertas aslinya dengan bahan kimia khusus. Sedang untuk naskah yang lepas atau sudah tidak menyatu satu sama lain akan direkatkan atau dijahit kembali,” imbuh Chusniatun.
Sebelum melakukan restorasi naskah kuno di Keraton Surakarta, Leipzig University telah melakukan sejumlah restorasi nashak kuno di Keraton Yogakarta, serta naskah kuno di Aceh. (ris)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




