Minggu, 12/02/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : redaksi@harianjoglosemar.com
<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

Umbul Ingas Mesum, Dinas Kesulitan

Rabu, 10/03/2010 09:00 WIB - lim

KLATEN—Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Klaten dinilai tidak tegas menindak keberadaan tempat mesum di lokasi wisata Umbul Ingas, Cokro Tulung. Proyek senilai Rp 14 miliar itu dikhawatirkan tercemar dengan pencitraan buruk yang ditimbulkan oleh perbuatan tak pantas di seputaran lokasi wisata.
Anggota Komisi II DPRD Klaten, Suharna menyesalkan kondisi itu terulang lagi. Padahal pada Inspeksi Mendadak (Sidak) sebelumnya, tempat-tempat mesum itu telah diminta untuk dibersihkan.
“ Sebelumnya sudah dibersihkan,” ujarnya kepada Joglosemar, Selasa (9/3).
Namun dalam kenyataannya, belum lama berselang telah menjamur kembali praktik mesum di lokasi yang sama. Setidaknya ada puluhan tenda kecil tertutup spanduk di sepanjang bantaran Kali Pusur, kompleks Umbul Ingas.
Tempat itu diduga kuat sebagai sarana bermesraan pasangan pengunjung di lokasi wisata. Meski keberadaan tenda-tenda itu sudah diresahkan oleh warga sekitar, namun mereka tidak dapat berbuat banyak lantaran hal tersebut menjadi sumber penghasilan oleh sebagian warga lain di tempat itu.
Suharna mendesak agar Pemkab, dalam hal ini dinas, harus melakukan tindakan tegas melenyapkannya tanpa ada toleransi apa pun. “Kepala dinas harus bekerja sama dengan dinas lain. Seperti Satpol PP dan polisi. Ini tidak bisa dibiarkan  begitu saja, harus disterilkan,” ujarnya.

Persuasif
Bahkan dia merasa ada kepentingan terselubung dari pengelola tempat wisata itu, sehingga praktik serupa masih berjalan. “Apa alasannya kok hal itu dibiarkan menjamur?” ucapnya.
Kepala Disparbudpora Klaten, Setya Subagya mengatakan, pihaknya tidak menampik adanya   praktik esek-esek di lokasi Umbul Ingas. Parahnya lagi, dinas tidak kuasa membendung menjamurnya tempat-tempat mesum itu. Dia berdalih, pihaknya memerlukan proses pendekatan secara persuasif dengan masyarakat setempat untuk mengatasi penyakit masyarakat itu.
“ Ini harus dilakukan secara bertahap. Tidak bisa secara langsung,” dalih dia.
Tenda-tenda itu secara fisik memang sebelumnya difungsikan sebagai tempat ganti pakaian pengunjung objek wisata. Namun entah mengapa hingga kini keberadaannya bergeser menjadi tempat bermesraan. “ Dulunya kami kira tempat ganti. Kalau sekarang sebagai tempat mesum. Itu benar-benar fatal,” ujar anggota Komisi II dari Fraksi Golkar, Sunarto. (lim)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :