Jumat, 25/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

Umat Hindu Gelar Doa di Pura Indraprasta

Rabu, 17/03/2010 09:00 WIB - m5

SONDAKAN—Umat Hindu Surakarta dalam menyambut Hari Raya Nyepi Saka 1932, menggelar berbagai prosesi sembahyang di Pura Indraprasta, di Kampung Mutihan, Sondakan, Kecamatan Laweyan.
Menurut Sekretaris Parisada Hindu Dharma Kota Surakarta, Ida Bagus Komang, kegiatan yang digelar untuk menyatukan segala unsur yang dimiliki manusia. “Semua bertujuan untuk menyatukan rasa, cipta, dan karsa kita, untuk menyembah kepada Yang Widhi, sebagai penguasa alam dan semesta,” ujar Ida Bagus saat ditemui Joglosemar, di  Pura Indraprasta, Senin (15/3).
Sebagai rangkaian kegiatan suci, sebelumnya digelar padusan pada Minggu (14/3). Kemudian dilanjutkan dengan mendak tirta (mengambil air suci), untuk dibawa ke Candi Ratu Boko. Kemudian dilanjutkan Senin (15/3), pukul 12.00 WIB umat Hindu di Pura Indraprasta, melaksanakan sembahyangan Tawur Agung. Prosesi ritual itu guna menetralkan buana alit dan buana agung, agar tidak diganggu roh jahat.
 Pada malam hari, sesaji yang disiapkan, dilarung ke sungai. Pada saat ritual larung sesajen, terang Ida, bersamaan dengan hujan deras mengguyur Kota Solo.
Meski demikian, tak mengurangi kekhusyukan umat Hindu dalam bersembahyang. Sesaji, ungkapnya, melambangkan rasa syukur kepada Sang Yang Widhi atas segala kelimpahan yang diberikan ke umat manusia. Kemudian umat mengembalikannya, sehingga umat manusia tidak hanya menerima saja.
Pada Selasa (16/3) pagi umat mulai melaksanakan Catur Brata Penyepian, di antaranya amati geni (tidak menyalakan api), amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian) dan amati lelanguan (tidak bersenang-senang). (m5)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :