Tinggal beberapa pekan lagi, adik-adik yang duduk di kelas VI Sekolah Dasar (SD) akan mengikuti Ujian Nasional (UN). Tentunya berbagai persiapan pun dilakukan supaya adik-adik nanti bisa berhasil dalam mengerjakan UN. Dalam mempersiapkan segala sesuatunya, perlu dilakukan jauh-jauh hari sebelum UN dimulai. Hal tersebut dilakukan supaya adik-adik persiapannya lebih maksimal dan tentunya hasilnya dapat memuaskan.
Kita tengok yuk, persiapan yang udah dilakukan teman-teman kita. Seperti Rafwindo, OP yang duduk di bangku kelas VI SD Negeri Bulukatil, Jebres.
Rafwindo mengaku meski UN jatuh pada tanggal 4 hingga 6 Mei 2010, namun mulai sekarang sudah mulai mempersiapkan diri. Mulai dari belajar materi terdahulu, ikut tryout hingga mengurangi waktu untuk bermain pun dilakukan.
“Mulai sekarang ini saya sudah melakukan persiapan untuk menjelang UN. Biasanya saya mencoba mengurangi jam main saya, lalu waktu belajar ditambah,” ucap Rafwindo saat ditemui Joglosemar beberapa waktu yang lalu.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Muharom yang juga teman sekelas Rafwindo. Muharom mengaku juga telah mempersiapkan segalanya dengan sebaik mungkin. Selain belajar dengan giat, Muharom juga senantiasa berdoa supaya senantiasa diberi kemudahan. Selain belajar dan berdoa, Muharom juga berusaha untuk menjaga kesehatan supaya saat UN nanti kondisi tubuhnya bisa fit.
“Selain belajar, Bu guru selalu mengajarkan kepada kita untuk senantiasa berdoa dan menjaga kesehatan dengan makan makanan yang bergizi,” urai Muharom.
Nah, adik-adik juga harus seperti teman kita Rafwindo dan Muharom. Meski UN masih beberapa pekan lagi, namun mereka sudah mulai belajar dari sekarang. Bahkan mereka juga mengurangi jam mainnya lantaran ingin mempersiapkan UN.
Adik-adik, pasti muncul pertanyaan kenapa harus melakukan persiapan untuk mengikuti UN. Pasti UN adalah hal yang menyeramkan, kenapa kita harus benar-benar siap agar bisa melewatinya.
Oops, pandangan adik-adik kalau seperti itu harus diluruskan. Karena UN bukanlah hal yang mengerikan. Jadi jangan menganggap UN adalah momok yang perlu ditakuti. Tetapi kemudian adik-adik jangan terlalu kepede-an dan menganggap enteng UN.
Adik-adik UN adalah salah satu ujian yang memang harus dilewati. Guna menentukan kelulusan dan sebagai bekal untuk sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Meski sangat penting menentukan tingkat kelulusan jangan takut untuk mengikutinya. UN adalah saatnya untuk menguji kemampuan adik-adik. Lebih kepada ajang pembuktian apakah selama ini sudah belajar dengan baik.
Kecemasan Tinggi
Secara psikologis, tingkat kecemasan adik-adik memang lebih tinggi dari kakak kalian yang kelas IX dan X11. Menurtu Psikolog UMS, Ibu Moordiningsih, siswa kelas VI merupakan kali pertamanya melakukan UN, berbeda dengan anak-anak SMP maupun SMA yang sudah pernah menjalani UN sebelumnya.
“Secara psikologis memang mengalami perbedaan karena ketika sudah pernah menjalani maka memiliki kondisi psikologis yang lebih matang jika dibandingkan dengan mereka yang baru pertama kalinya menjalankan UN,“ urai Ibu Moordiningsih.
Dari segi kesiapan, anak-anak SD memiliki kesiapan yang kurang jika dibandingkan mereka yang SMP dan SMA. Sehingga mereka butuh dukungan dari berbagai pihak misalnya dari orangtua dan guru.
Ibu Moordiningsih mengungkapkan bahwa dukungan yang diberikan akan sangat membantu putra-putri kita dalam menuju keberhasilan dalam UN. Misalnya yang pertama yaitu dukungan dari segi informasi, dukungan ini sangat penting dilakukan. Karena anak-anak masih minim informasi mengenai UN, dari mulai pelaksanaan, tata cara serta apa itu UN perlu diinformasikan terlebih dahulu.
“Kedua, dukungan sosial, pemberian dukungan dari orang-orang terdekat itu sangat penting dilakukan seperti doa restu, motivasi serta dukungan dalam bentuk lain. Ketiga, dukungan berupa perlengkapan, yang sekiranya penting dibawa ketika UN berlangsung. Seperti pensil, papan untuk ujian, penghapus serta alat-alat lain yang sekiranya dibutuhkan saat ujian,“ jelas Ibu Moordiningsih.
Jadi adik-adik mulai sekarang tidak boleh lagi bermalas-malasan. bahkan adik-adik juga harus mengatur waktu antara belajar dan bermain. Boleh kok bermain, asal adik-adik juga tahu waktu. Dengan begitu bisa membagi waktu mana waktu utnuk belajar dan bermain. Selamat belajar ya. (Dwi Hastuti)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




