JOGJA—Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta membuka beberapa program pascasarjana baru untuk memenuhi tuntutan pendidikan pascasarjana yang berkualitas.
”Program pascasarjana baru itu adalah Program Doktor Hukum Islam, Program Magister Akuntansi, Program Magister Teknik Industri, dan Program Magister Ekonomi Keuangan,” kata Rektor UII Prof Edy Suandi Hamid di auditorium KHA Kahar Muzakkir UII Yogyakarta, Sabtu (27/3).
Selain itu, menurut dia pada upacara wisuda lulusan program magister, sarjana, dan ahli madya, UII juga sedang merintis program pascasarjana baru dan secepatnya akan berjalan, yakni Program Profesi Akuntansi.
”Dengan tambahan program pascasarjana itu UII semakin kompetitif dalam memberikan layanan pendidikan tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.
Ia mengatakan, lulusan UII yang diwisuda pada periode keempat tahun ajaran 2009/2010 itu sebanyak 614 orang yang terdiri atas 45 lulusan program magister, 550 lulusan program sarjana, dan 19 lulusan program diploma tiga.
”Sebanyak 143 dari 614 lulusan meraih predikat cumlaude. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi diraih Ngismatun Nisak dari Fakultas Ilmu Agama dengan IPK 3,99,” katanya.
Sementara itu, Walikota Yogyakarta Herry Zudianto, mewakili Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UII, mengatakan, sampai saat ini UII tetap konsisten menunjukkan pengabdiannya kepada masyarakat, bangsa, dan negara sebagai pengemban amanat membangun peradaban bangsa melalui bidang pendidikan.
”Lulusan UII dikenal memiliki kompetensi dan mampu bekerja secara mandiri, mempunyai etos kerja tinggi, dan adaptif terhadap perubahan sehingga benar-benar menjadi modal sumber daya manusia yang tangguh bagi pembangunan bangsa,” katanya.
Menurut dia, kiprah alumni UII telah banyak mewarnai dinamika bangsa Indonesia dan beberapa di antaranya menduduki posisi penting di tingkat nasional, yakni M Mahfud MD, Busyro Muqoddas, Ifdhal Kasim, Artidjo Alkostar, dan Salma Luthan.
”UII sebagai salah satu perguruan tinggi tertua di Indonesia merupakan perguruan tinggi kelas dunia yang setiap tahun berhasil memperbaiki peringkatnya. Saat ini eksistensi UII semakin dibutuhkan untuk mencetak sumber daya manusia yang menguasai bidang sains dan teknologi, dan berakhlak mulia,” katanya. (ant)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




