Jumat, 25/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

UCP AS Sumbang 3.000 Kursi Roda untuk Indonesia

Jumat, 19/03/2010 09:00 WIB - ant

JOGJA—United Cerebral Palcy (UCP) California, Amerika Serikat (AS) memberikan bantuan 3.000 kursi roda untuk anak-anak yang menderita lumpuh di Indonesia.
“Bantuan itu merupakan hasil kerja sama UCP dengan Yayasan Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam program Roda Kemanusiaan. Program itu akan diresmikan pada 8 April 2010,” kata Sekretaris Dewan Pembina Yayasan UGM Tony Atyanto Dharoko, Kamis (18/3). 
Menurut dia usai bertemu Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, saat ini sudah datang kiriman dari AS sebanyak empat kontainer yang berisi 3.000 kursi roda. Sebanyak 213 kursi roda sudah didistribusikan untuk anak-anak difabel di tiga kabupaten di DIY, yakni Kulon Progo, Gunungkidul, dan Sleman. Sebanyak 25 kursi roda dikirim ke Sumatra Barat.
“Pemberian bantuan kursi roda untuk anak-anak difabel itu merupakan kegiatan awal yang dilaksanakan dalam program Roda Kemanusiaan. Program sosial tersebut telah disepakati untuk jangka waktu tiga tahun,” katanya.
Sementara itu, Direktur UCP Link Indonesia Risna mengatakan, UCP telah melaksanakan berbagai program. Selain bantuan kursi roda, juga memberikan layanan individu untuk mengakses kebutuhan anak.
Hal itu, menurut dia, bertujuan agar kursi roda yang diberikan sesuai dengan kondisi anak yang bersangkutan. Kursi roda yang diberikan didesain khusus sehingga bisa disetel sesuai perkembangan fisik anak. “Kegiatan tersebut sudah dilakukan di beberapa kabupaten berkoordinasi dengan Dinas Sosial,” katanya.
Melatih SDM
Sementara itu Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan Pusat Rehabilitasi Korban Gempa di Pundong, Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, ke depan dapat dimanfaatkan untuk melatih difabel agar mandiri.
“Untuk itu, diperlukan alat-alat latihan yang sesuai dengan kebutuhan para penderita cacat fisik,” kata Sultan.
Ia mengatakan, pusat rehabilitasi itu juga dapat dimanfaatkan untuk melatih sumber daya manusia yang akan melayani penderita cacat, sehingga mereka benar-benar memiliki kemampuan sesuai dengan yang dibutuhkan.
“Berkaitan dengan hal itu harus disediakan tempat dan peralatan untuk terapi bagi anak-anak cacat dan tempat workshop untuk membuat produk alat-alat yang dibutuhkan untuk penderita,” katanya.
Dalam konteks itu, menurut Sultan, UGM dan UCP dapat bekerja sama dengan Pemprov DIY untuk lebih memberdayakan keberadaan Pusat Rehabilitasi Korban Gempa. “Yayasan UGM, UCP, dan Pemprov DIY dapat melakukan kerja sama untuk menangani penderita cacat khususnya anak-anak dengan memanfaatkan Pusat Rehabilitasi Korban Gempa,” katanya.
Selain itu, juga diharapkan dukungan dari Kementerian Sosial dan Kementerian Kesehatan, sehingga fasilitas di Pundong tersebut bisa dimanfaatkan untuk melatih difabel dari seluruh Indonesia.
“Dengan adanya kerja sama dan dukungan tersebut diharapkan Pusat Rehabilitasi Korban Gempa dapat menjadi pusat pelatihan difabel. Melalui pelatihan diharapkan difabel memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk menjalani kehidupan secara mandiri,” katanya. (ant)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :