Jumat, 25/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

Turunkan Kolesterol dengan Kacang Merah

Sabtu, 20/03/2010 09:00 WIB - wip

Kacang merah memang tidak sepopuler jenis kacang lainnya. Namun, kacang ini kaya kandungan gizi dan nutrisi. Kacang merah merupakan sumber protein nabati, karbohidrat kompleks, serat, vitamin B, folasin, kalsium, dan zat besi.
Folasin adalah zat gizi esensial yang mampu mengurangi risiko kerusakan pada pembuluh darah. Selain itu, menurut buku The Visual Food Encyclopedia, kandungan lemak dan natrium yang dimiliki oleh kacang merah sangat rendah, nyaris bebas lemak jenuh, serta bebas kolesterol.
Dilansir dari vivanews.com, kacang merah juga merupakan sumber serat yang baik. Dalam 100 gram kacang merah kering, dapat menghasilkan 4 gram serat yang terdiri dari serat yang larut air dan serat yang tidak larut air. Serat yang larut air secara nyata mampu menurunkan kadar kolesterol dan kadar gula darah.
Kacang merah biasa dikonsumsi ketika sudah benar-benar masak berupa kacang kering. Di Indonesia, kacang merah kering umumnya dimasak menjadi bubur, sup atau campuran sayur, nasi tim atau es. Kacang merah juga sering dimasak menjadi selai manis yang digunakan sebagai pengisi beberapa kue seperti bakpao, kue bulan, kue moci, kue dorayaki, donat isi, dan lain-lain.
Kacang merah tergolong makanan nabati kelompok kacang polong (legume), satu keluarga dengan kacang hijau, kacang kedelai, kacang tolo, dan kacang uci. Ada beberapa jenis kacang merah di antaranya adalah red bean, kacang adzuki (kacang merah kecil), dan kidney bean (kacang merah besar). (wip)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :