Sabtu, 11/02/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : redaksi@harianjoglosemar.com
<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

Tsunami Melanda 10 Tahun Sekali

Minggu, 21/02/2010 09:00 WIB - Muhaimin

Bencana gempa dahsyat dan tsunami diprediksi para ilmuwan bakal terjadi kembali. Bahkan, potensi tsunami diyakini bakal melanda seluruh pantai di Tanah Air dengan periode setiap 10 tahun.
”Tsunami yang terjadi di Indonesia sebagian besar disebabkan oleh gempa tektonik dengan frekuensi rata-rata setiap 10 tahun sekali, dan gempa tektonik di Indonesia kuantitasnya sangat sering terjadi,” kata Prof Drs Suharno di Bandarlampung, seperti dikutip inilah.com pekan lalu.
Prediksi itu dingkapkannya pada orasi ilmiah berjudul Siap Menghadapi Bahaya Gempa Bumi dan Tsunami pada pengukuhannya sebagai guru besar tetap bidang Geologi Fakultas Tehnik Unila.
Dalam orasi ilmiahnya, Suharno menuliskan bahwa Lampung merupakan wilayah yang dekat dengan kelompok tsunami Sumatra dan Jawa, yang merupakan bagian dari pantai rawan tsunami di Indonesia. Selain Lampung wilayah yang rawan tsunami antara lain pantai barat Sumatra, pantai Selatan Jawa, pantai Utara dan Selatan pulau-pulau Nusa Tenggara, Maluku, pantai Utara Irian, dan seluruh pantai di Sulawesi.
Berdasarkan fakta itu, kata dia, diperlukan upaya mitigasi di tingkat aplikasi yang nyata, meliputi pemberian pengetahuan tentang tsunami dan upaya penyelamatan masyarakat saat dan pascaterjadinya bencana tersebut. ”Dalam priode 400 tahun terakhir, sejak 1600, telah terjadi 105 tsunami di seluruh dunia, dengan hampir 90 persen disebabkan oleh gempa tektonik, dan Indonesia termasuk dalam wilayah dengan kuantitas tsunami paling sering,” paparnya.
Selain itu, Suharno juga menekankan tentang peningkatan upaya mitigasi oleh pemerintah, yaitu tahap pra-bencana yang meliputi upaya preventif, mitigatif dan preparedness. Kemudian saat terjadi bencana yang meliputi pengunaan pola operasi yang terarah, dan pascabencana yang meliputi tahapan rehabilitatif dan rekonstruktif.
”Hal terpenting yang harus dilakukan adalah pemerintah memiliki siklus manajemen penanganan bencana yang efektif,” terangnya. (Muhaimin)
 

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :