Keberadaan ponsel sudah bukan menjadi kebutuhan tetapi telah menjadi bagian dari gaya hidup. Dapat dibuktikan dengan munculnya bermacam-macam ponsel yang tak hanya menawarkan fitur-fitur standar, tetapi lebih dari itu. Selain itu juga dapat dilihat bagaimana seringnya tren ponsel berganti.
Jika beberapa tahun terakhir, ponsel tren yang berkembang adalah ponsel jenis qwerty tetapi diprediksikan tahun ini menjadi tahun berakhirnya ponsel qwerty. Karena jenis ponsel ini akan tergantikan dengan ponsel touchscreen atau layar sentuh.
Bahkan mulai tahun 2011, ponsel layar sentuh akan berbicara banyak di pasar. Diprediksikan para vendor akan berlomba-lomba untuk meluncurkan ponsel layar sentuh. Dipastikan, kedigdayaan Apple untuk pasar touchscreen akan tersaingi. Kondisi ini sudah terlihat sejak kuartal keempat tahun kemarin.
Secara unit, jumlah ponsel touchscreen yang beredar di pasar mencapai 166 juta unit di akhir tahun lalu. Hal ini meningkat sekitar 138 persen dibanding dengan tahuin 2008. Jumlah yang cukup fantastis mengingat, pasar touchscreen berada di wilayah yang terbatas, middle-high.
"Melihat tahun 2009, memang tak terlalu mengejutkan melihat Apple berada di posisi teratas untuk ponsel touchscreen, vendor lain seperti Nokia juga terus menguntit dengan mengeluarkan Nokia 5800 dan N97. Nokia merupakan vendor yang mengapalkan ponsel touchscreen terbanyak di tahun 2009," ujar Analis pasar dari Canalys, Tim Shepherd seperti dilansir Cellular-News.
Hingga saat ini, posisi Apple di pasar memang masih sangat kuat, kemudahan untuk mengakses konten-konten aplikasi merupakan kunci untuk terus sukses, dan tak hanya pada iPhone kesuksesan sepertinya juga akan menghampiri iPad, gadget yang baru saja diluncurkan.
Merangkak Naik
Pendapat yang tak jauh berbeda diungkapna Usun Pringgodigdo, General Manager LG Mobile Communications Indonesia. "Pertumbuhannya tetap akan meningkat, dan mungkin tahun ini harga ponsel touchscreen cenderung menurun. Akan banyak ponsel touchscreen di bawah Rp 2 juta," ujar Usun Pringgodigdo
Diakui olehnya, penjualan ponsel touchscreen akan meningkat. "Kalau harga sudah di bawah Rp 2 juta, touchscreen akan lebih diterima," tandas Usun.
Sementara itu, Djatmiko Wardoyo, Direktur utama Global Teleshop mengatakan, grafik penjualan ponsel touchscreen sejak tahun lalu memang terus merangkak naik. "Tapi tak terlalu besar karena masyarakat Indonesia belum terbiasa menggunakan touchscreen. Edukasinya masih panjang, coba kalau lagi di jalan kan sulit untuk mengetik SMS menggunakan touchscreen,” tegas Djatmiko. (oke/lea)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







