SOLO—Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Surakarta berencana akan menyusun peta kerawanan bahan pangan. Hal ini dilakukan guna meminimalisasi gejolak harga akibat adanya kelangkaan pasokan bahan pangan.
Hal ini seperti disampaikan Sekretaris TPID Surakarta, Dewi Setyowati, usai mengikuti rapat bersama antara TPID dengan Walikota Solo, Joko Widodo (Jokowi), di Balaikota Solo, Jumat (3/9).
Dijelaskannya untuk mengatasi kerawanan bahan pangan ini tidak bisa hanya diatasi oleh satu kota saja tapi harus melibatkan seluruh kabupaten/kota yang ada di wilayah eks-Karesidenan Surakarta. Dengan pemetaan diharapkan akan diketahui daerah-daerah mana saja yang mengalami minus atau surplus bahan pangan sehingga bisa dilakukan distribusi silang.
“Mulai tahun 2011 besok di setiap rapat TPID akan ada perwakilan dari seluruh kabupaten/kota yang ada di wilayah eks-Karesidenan Surakarta. Sehingga bisa diketahui tingkat kebutuhan dan ketersediaan pasokan bahan pangan di masing-masing,” jelasnya.
Selain pemetaan kerawanan bahan pangan, TPID Surakarta juga akan melakukan pemetaan distribusi sejumlah komoditas strategis. Hal ini sesuai dengan kebijakan yang akan segera dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
“Selama ini yang sering menjadi penyebab kenaikan harga dan pada akhirnya memicu inflasi adalah karena distribusi komoditas yang tidak lancar. Oleh karena itu juga akan dilakukan mapping distribusi, ini adalah program regional Jawa Tengah,” terangnya.
Berbagai langkah antisipatif ini sekaligus menjawab pertanyaan Walikota Solo, Jokowi, mengenai gejolak harga yang selalu terjadi setiap tahun.
“Kenaikan harga sejumlah komoditas kan sebenarnya sudah menjadi tren yang terjadi setiap tahun. Andaikan bisa dilihat lebih detail dan diketahui pemicunya tentu bisa dicegah agar tidak terulang kembali di tahun-tahun mendatang,” tuturnya. (nie)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




