DUBLIN—Gara-gara memoar yang kontroversial, mantan Perdana Menteri (PM) Inggris Tony Blair dilempari sepatu dan telur. Hal itu terjadi ketika ia menghadiri penandatanganan buku tersebut.
Inilah.com, Minggu (5/9) melansir, sekitar 200 pengunjuk rasa itu mengatakan tangan Blair telah dikotori oleh darah. Hal ini merujuk pada kebijakannya untuk mendukung AS ketika menginvasi Irak pada 2003 lalu. Mereka berdiri di luar sebuah toko buku di Dublin, Irlandia, tempat Blair mengadakan penandatanganan buku.
Sepatu, telur dan sejumlah benda lainnya melayang ke arahnya pendahulu mantan PM dari Partai Buruh ini, ketika ia keluar dari mobil. Sebuah sandal jepit bahkan terlihat di atap mobil BMW yang merupakan salah satu konvoi yang mengawalnya.
Beruntung ia tak terluka karena pengawalan ketat di Eason’s Bookstore yang terletak di pusat Kota Dublin itu. Dua pengunjuk rasa ditangkap dan beberapa lainnya, termasuk yang duduk di kursi roda, berusaha menghalangi konvoi Blair.
“Ia membohongi dunia mengenai perang di Irak dan Afghanistan. Blair seharusnya dikategorikan sebagai penjahat perang,” ujar seorang pengunjuk rasa, Donal MacFhearraigh, seperti dikutip Huffington Post. (ida)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







