SOLO—Toko mainan, menjadi salah satu area yang sangat digemari oleh pembeli di momentum Natal dan Tahun Baru. Mainan selalu dikaitkan dengan hadiah Natal dan Tahun Baru. Toko-toko mainan pun berlomba meraup untung gede.
Seperti contohnya Toko Nemo Toys yang mengaku selalu mengalami peningkatan penjualan setiap kali hari Natal datang. “Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap kali Natal, banyak orang membeli mainan. Apalagi sekarang sedang musimnya pelajar sedang liburan,” kata Endah, karyawan Nemo Toys, kepada Joglosemar, kemarin.
Menurut Endah, peningkatan penjualan sudah mulai terasa sejak memasuki musim liburan. Ada orangtua yang membelikan anaknya mainan sebagai hadiah di hari libur, ada juga untuk hadiah Natal.
Peningkatan penjualan juga sudah mulai dirasakan oleh Ginawati, pemilik Toko Sammy Toys. “Semenjak liburan sudah mulai naik dan sekarang peningkatannya sekitar 50 persen dibanding hari biasa,” ujarnya.
Stok berbagai macam mainan anak-anak pun ditambah sebelumnya untuk menyambut lonjakan permintaan. Baik mainan non elektronik maupun mainan elektrik ditambah stoknya.
“Untuk produk mainan non elektrik, biasanya banyak produk lokal. Berbeda dengan produk mainan yang elektrik, kebanyakan kami impor dari China,” ungkapnya.
Sekarang ini, mainan yang sedang banyak diminati, imbuh Gina, itu mainan gasing. Adapun untuk boneka, kebanyakan pembeli membeli boneka shaun the sheep. Hampir setiap toko, menuturkan hal yang serupa dengan penuturan Gina.
Para penjual mainan anak-anak memang banyak berharap Natal dapat memberikan keuntungan dari hasil penjualan, seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun tampaknya harapan itu tidak sesuai dengan realita.
”Natal tahun kemarin lebih ramai ketimbang Natal tahun ini. Mungkin karena daya beli masyarakat menurun,” pungkasnya.
Yasser Arafat
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




