KLATEN—Belum adanya sikap tegas dari incumbent Bupati Klaten, Sunarna mengenai arah politiknya dalam Pilkada 2010 mendatang, membuat Partai Golkar Klaten gusar. Apalagi setelah dirinya tiba-tiba diusung oleh PDIP dalam Pilkada mendatang, dan Rabu (10/3) digelar rapat struktural Golkar membahas Pilkada.
Jumat (5/3) malam lalu, bahkan tim Pilkda Partai Golkar Klaten melakukan rapat internal terkait persoalan tersebut. Rapat internal tersebut, menurut Wakil Ketua DPD Golkar Klaten, FX Setiawan, sebagai tindak lanjut dari pemanggilan Ketua DPD Partai Golkar Klaten oleh DPD Golkar Provinsi.
“Kami (Golkar Klaten-red sudah terikat dengan keputusan Musda. Bahwa calon Bupati dari Golkar adalah beliau (Sunarna-red). Sekarang PDIP juga mengusungnya dalam Konfercab. Jadi harus diminta kejelasan,” tukasnya ketika dihubungi Joglosemar, Minggu (7/3).
Untuk meminta kejelasan Sunarna itulah, jelas Setiawan, ketua dan sekretaris Tim Pilkada Partai Golkar Klaten berupaya melakukan komunikasi secara personal dengan Sunarna. Diharapkan Rabu (10/3) besok, arah politik Sunarna sudah kelihatan. Pasalnya, pada hari itu, akan digelar rapat struktural partai membahas Pilakada Golkar. “Rapat itu akan dihadiri 10 anggota dewan pertimbangan dan 33 anggota harian partai. Sebelum Rabu diusahakan jawaban Sunarna sudah kami pegang,” jelasnya.
Sehingga pada hari yang ditentukan itu, Golkar Klaten dapat menentukan langkah yang dilakukannya dengan kadernya, Sunarna, yang juga selaku Ketua Dewan Pertimbangan Golkar Klaten.
Ditanya seandainya Sunarna lebih condong memilih PDIP untuk dijadikan kendaraan politiknya dalam Pilkada, Setiawan menjawab santai. “ Itu sah-sah saja. Namun secara politik dan etika seharusnya dia sadar bahwa dalam lima tahun ini dibesarkan oleh Golkar,” ujarnya.
Sebelumnya, Ketua DPD Golkar Klaten, Anang Widayaka dipanggil DPD Golkar Provinsi, dan diminta untuk mendesak Sunarna menyatakan sikap politiknya. (lim)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







