Jumat, 25/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

Tim Pengendali Inflasi Akan Inspeksi Bulog

Rabu, 30/03/2011 09:00 WIB - Kiki Dian S

SOLO— Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Surakarta siap melakukan inspeksi kepada mitra Bulog untuk memastikan tak ada penimbunan beras. Pasalnya beras merupakan penyebab inflasi yang konsisten tiap tahunnya.
Hal tersebut merupakan salah satu rekomendasi yang dihasilkan oleh rapat TPID bulan Maret 2011 yang harus segera ditindaklanjuti. Tak hanya itu rekomendasi lain mencuat yakni perlunya kerja sama antara Dispertan dan Badan Pertanahan Nasional untuk mengetahui konversi lahan secara up to date, di mana BPS juga harus dilibatkan.
Sebab Bakorwil Soloraya mencatat peralihan lahan pertanian ke nonpertanian baik untuk lahan industri dan perumahan yang mencapai 10 persen tiap tahunnya. Dan hal ini jelas mengurangi lahan pertanian sebagai lahan penanaman komoditas pangan.
“Kami akan mengajak pihak terkait termasuk Intelkam untuk inspeksi beras di Bulog, bahkan bisa juga pada gula, dan lainnya. Ini untuk memberikan shock therapy,” terang sekretaris Tim Pengarah TPID Kota Surakarta Doni P Joewono, yang juga Pemimpin Kantor BI Solo kepada wartawan usai rapat TPID di Kantor BI Solo, Selasa (29/3), didampingi Wakil Ketua Tim Teknis TPID Kota Surakarta, Asih Widodo dan Kepala BPS Kota Surakarta Toto Desanto.
Penimbunan beras ini, biasanya terjadi karena adanya proses penjualan yang ditahan, hingga menunggu harga beras bergerak naik. Apalagi saat ini Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp 5.060 per kilogram. Untuk Bulog Sub Divre III Surakarta dipastikan Asih Widodo, stok dua bulan ke depan aman. Harusnya menyentuh 14.000 ton, sebab stok per bulan untuk se-Surakarta mencapai 7.000 ton.
Untuk pengawasan pula, imbuh Karsuli, dari Intelkam Polresta Surakarta sekaligus anggota TPID Kota Surakarta, telah dilakukan pada barang-barang bersubsidi, mulai dari BBM, pupuk dan Raskin. Namun sejauh ini untuk distribusi Raskin, berjalan lancar dan belum ada penyimpangan.
“Bahkan dropping Raskin untuk bulan April nanti, sudah dilakukan,” tegasnya. Adapun kuota Raskin untuk Kota Surakarta sebanyak 21.954 Rumah Tangga Sasaran di kali harga per kilogram Rp 1600kg di kali total Raskin per bulan sebanyak 15 kilogram/RTS.
Tak hanya itu, pada bulan Maret ini, imbuh Doni P Joewono, TPID memprediksi akan terjadi deflasi 0,1 persen +_ 0,2 persen (month to month) atau lebih rendah dari bulan sebelumnya yang tercatat 0,66 persen (month to month).
Sumber deflasi berasal dari menurunnya harga sebagian besar komoditas volatile food, di antaranya beras, minyak goreng, cabai rawit, bawang merah, cabai hijau, cumi-cumi, kedelai dan kacang panjang.

Kiki Dian S
 

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :