Fenomena kecurangan dalam Ujian Nasional (UN) menghiasi berbagai media yang ada di Indonesia dari hari ke hari. Kecurangan muncul mulai dari siswa hingga kecurangan yang dilakukan oleh oknum guru.
Mungkin memang fenomena kecurangan saat menjalani UN ini dikarenakan sistem pendidikan di Indonesia yang kurang baik. Sedikit banyak, ini disebabkan oleh kurang konsistennya penyelenggara pendidikan serta pemerintah.
Guna mengatasi permasalahan tersebut, saat ini pemerintah berusaha untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan berbagai usaha antara lain membentuk Tim Pemantau Independen (TPI) dengan salah satu elemennya adalah Perguruan Tinggi yang meliputi dosen dan mahasiswa. Apakah keberadaan TPI ini bermanfaat untuk mengurangi kecurangan? Apa manfaat yang diperoleh mahasiswa ikut dalam TPI?
“Menjadi anggota TPI bukan pekerjaan mudah. Menjadi anggota TPI akan membuat mahasiswa memiliki rasa tanggung jawab serta membantu mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman. Menjadi anggota TPI, menurutku juga akan membantu meningkatkan mutu pendidikan dan meminimalisasi kecurangan,” ungkap mahasiswa Jurusan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Devi Pramita Sari.
Sementara itu, mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Slamet Riyadi (Unisri), Kurnia Purbowati, mengungkapkan, keterlibatan mahasiswa menjadi anggota TPI akan menjadikan mahasiswa memiliki pengetahuan dan pengalaman, serta melatih mahasiswa memiliki rasa tanggung jawab.
“Selain itu, menjadi anggota TPI juga bisa mendapatkan uang. Lumayan lah untuk mengurangi beban biaya kuliah. tapi, jangan kemudian uang menjadi tujuan utama saat mendaftarkan diri menjadi anggota TPI. Mahasiswa harus mengerti benar akan tugas TPI dan karena menjadi anggota TPI membawa nama almamater, tentu mahasiswa harus bisa benar-benar berperan mengawasi dengan jeli serta melaporkan jika ada pelanggaran,” paparnya
Terpisah, Kepala Binwa Unisri, Sarsito, mengungkapkan, keikutsertaan mahasiswa menjadi anggota TPI merupakan sebuah upaya untuk menjaga dan menjamin terlaksananya UN yang bebas dari kecurangan. TPI menurutnya bisa menjadi salah alternatif untuk mengurangi kecurangan pada saat ujian seperti yang selama iini masih saja terjadi.
“Di Unisri, mahasiswa memang lebih antusias dibandingkan dosen. Saat ini, anggota TPI sekitar 80 persennya adalah mahasiswa. Ya walaupun memang motivasinya beragam, seprti mendapatkan uang tambahan, namun yang pasti keberadaan TPI cukup penting dan efektif untuk mengurangi atau menghilangkan kecurangan saat UN,” katanya.
Manfaat lainnya, lanjut Sarsito, di samping mahasiswa mendapatkan pengalaman serta uang dan mengurangi praktik kecurangan saat pelaksanaan UN, mahasiswa juga akan mampu menopang dan melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam hal pengabdian masyarakat. (hana/tegar)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




