ARIZONA—Tersangka kasus penembakan yang menewaskan enam orang dan melukai belasan lainnya di Tucson, Arizona, Jared Lee Loughner, menghadapi ancaman hukuman seumur hidup atau hukuman mati.
Namun, seperti dilansir Vivanews dari laman Associated Press pada pengadilan Selasa (25/1), Loughner menyatakan bahwa dia tidak bersalah atas pembunuhan tersebut. Hal ini disampaikan oleh pengacara Loughner, Judy Clarke, pada awal di pengadilan kota Phoenix, Arizona,
Belum disampaikan apa pembelaan Loughner, namun Clarke menampik anggapan bahwa dia akan mengangkat permasalahan kejiwaan Loughner. Ia tidak menjelaskan lebih lanjut apa yang akan diangkatnya pada sidang tanya jawab kali ini.
Pada penyelidikan awal, tim investigasi mengatakan bahwa Loughner memiliki gangguan kejiwaan dan telah bersikap tidak menentu menjelang aksi penembakannya pada 8 Januari lalu. Jika pada pengadilan dia terbukti mengalami gangguan kejiwaan, maka Loughner lolos dari hukuman penjara seumur hidup maupun hukuman mati. Dia akan dikirim ke rumah sakit jiwa untuk menjalani perawatan.
Loughner didakwa di pengadilan federal AS karena pembunuhan dan percobaan pembunuhan terhadap anggota DPR AS, Gabriele Giffords. Jika terbukti bersalah, dia akan dikenai hukuman penjara seumur hidup atau hukuman mati. Giffords termasuk empat belas orang yang terluka dalam aksi mematikan itu. Namun, enam orang lainnya tewas, termasuk seorang hakim federal dan bocah berumur sembilan tahun.
- Amrih Rahayu
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




