JAKARTA—Pabrik ekstasi di Perumahan Graha Raya, Serpong, Tangerang Selatan, ternyata dikendalikan dari LP Cipinang. Bos pabrik ini yakni Muhamad Yusuf alias Kebot masih mendekam di penjara itu.
Operasional pabrik tersebut dilakukan oleh pasangan suami istri AB alias PB alias AT dan DW alis OK alias VV alias AN. ”Saya terpaksa melakukan ini, dia (Kebot) yang minta, saya tidak bisa menolak karena takut,” ujar AN, mantan istri Kebot, di Gedung BNN, Minggu (28/3).
AN adalah mantan istri Kebot, yang kemudian menikah kembali dengan AT. Selama di penjara, Kebot sering menelepon AN meminta bantuan dicarikan uang untuk membayar biaya kasasi hukuman sebesar Rp 1 miliar. ”Sebenarnya saya tidak mau karena risikonya besar. Dia minta uang Rp 1 miliar buat biaya kasasi, dia bilang cuma tiga bulan uang itu bisa terkumpul setelah itu sudah berhenti, ya sudah saya mau,” kata AN sambil menangis.
AN mengaku mengalami trauma selama hidup dengan Kebot. Ketika Kebot hendak memesan pesanannya melalui telepon, Kebot sering menekan dan membentak-bentak AN. Itulah yang membuat AN tidak bisa menolak segala permintaan Kebot. ”Sudah takut duluan, dia membentak saya, saya takut. Memang tidak sering tapi selalu menekan saya,” tuturnya.
Kebot mengajari AN memproduksi ekstasi dengan menggunakan mesin pencetak melalui telepon. Karena masih awam, AN pun mengaku kesulitan dan sering gagal dalam memproduksi ekstasi.
”Pertama bikin tidak jadi-jadi, selalu gagal. Saya bikin sama suami baru saya, bikinnya susah pertama kita gagal, terus kita buang ke sungai,” ungkapnya.
AN mengaku tidak mengetahui ke mana barang produksinya dijual. ”Saya tidak tahu dijual ke mana, saya bukan pengedar, tugas saya cuma bikin. Banyaknya tergantung pesanan” paparnya.
AT suami AN pernah bekerja di salah satu bank swasta. Dia mengaku membantu memproduksi ekstasi karena kasihan melihat tekanan yang dialami istrinya. ”Saya coba menasihati tapi kasihan. Akhirnya saya juga ikut bantu,” kata AT.
Kemudian, modus transaksi narkoba di tempat penitipan barang di berbagai pusat perbelanjaan masih terus terjadi. Para kurir dari Kebot mengambil setiap barang pemesanan di tempat penitipan barang. (dtc)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




