Minggu, 12/02/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : redaksi@harianjoglosemar.com
<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

Tegakkan Prinsip Syariah 100 Persen

Senin, 08/03/2010 09:00 WIB - Rachmadhani Fitriastuti

Pernah merasa dikecewakan oleh salah satu bank syariah tempat ia bekerja, membuat M Saefudin bertekad untuk menegakkan prinsip syariah secara utuh di PT BPR Syariah Dana Amanah tempat ia mengabdi saat ini.
Pada awalnya Saefudin bekerja di sebuah bank konvensional. Namun akibat krisis ekonomi yang melanda pada tahun 1998, ia pun menjadi salah satu korban pemutusan hubungan kerja (PHK). Beruntung pada tahun 2000 ia diajak untuk bergabung di sebuah bank syariah yang sedang melakukan pelebaran sayap.
Diakui Saefudin pada mulanya ia tidak menguasai sama sekali mengenai prinsip syariah dalam dunia perbankan. Tetapi berkat bekal pendidikan dasar perbankan syariah yang ia ambil, membuat pria asli Semarang ini menjadi tahu dan paham tentang seluk beluk sistem perbankan syariah.
Ia pun menjadi percaya diri menjalani pekerjaan sebagai karyawan salah satu bank syariah terbesar di Indonesia. Namun apa yang ia terima, ternyata penerapan prinsip syariah di tempat ia bekerja tidaklah seperti yang ia pelajari.
“Labelnya memang syariah, di brosur maupun leaflet-nya pun tertera dalil-dalil yang menjadi dasar penerapan prinsip syariah. Tapi kenyataannya demi menarik banyak nasabah, sering kali mereka menerapkan sistem syariah tidak secara utuh. Ini kan tidak benar, itulah yang membuat saya mengalami perang batin,” tuturnya.
Akhirnya Saefudin hanya bertahan tiga tahun bekerja di bank syariah tersebut. Ia memilih keluar dan kembali bekerja di bank konvensional yaitu Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Boyolali. Lima tahun bekerja di sana, ayah dua anak ini kembali mendapat tawaran untuk bergabung di perbankan syariah. Kali ini adalah PT BPR Syariah Dana Amanah Solo.
Kerja Keras
Saefudin tidak langsung menerima tawaran tersebut. Ia tidak ingin peristiwa saat bekerja di bank syariah dulu kembali terulang. “Waktu itu saya masih pikir-pikir juga. Saya baru mau bergabung setelah mereka komit mau menjalankan sistem syariah secara utuh dan konsekuen, karena banyak bank yang mengaku syariah tapi ternyata tidak sepenuhnya syariah,” ujar pria kelahiran 15 Agustus, 41 tahun silam ini.
Pada Januari 2009 Saefudin resmi bergabung dengan PT BPR Dana Amanah dan menduduki posisi sebagai Direktur II. Di sinilah ia memulai perjuangan untuk menegakkan prinsip syariah.
“Saya akui belum bisa 100 persen berada di jalur yang benar, itu semua butuh proses dan kerja keras. Tapi kami sedang dalam proses menuju ke situ. Saya ingin menjadikan Dana Amanah sebagai pioneer di bidang syariah,” pungkasnya.(Rachmadhani Fitriastuti)
 

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :