Jumat, 25/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

Teater Koma Main 27 Hari Penuh

Kamis, 23/02/2012 06:00 WIB - Antara

Merayakan usianya ke-35 tahun pada 1 Maret mendatang, Teater Koma akan menggelar pementasan ke-126 dengan lakon Sie Jin Kwie di Negeri Sihir.
"Sie Jin Kwie di Negeri Sihir adalah kelanjutan dari Sie Jin Kwie1 dan Sie Jin Kwie2: Sie Jin Kwie Kena Fitnah," kata sutradara sekaligus pendiri Teater Koma, Nano Riantiarno, di Jakarta, Rabu (22/2).
Menurut Nano Riantiarno, cerita Sie Jin Kwie merupakan saduran dari roman karya Tiokengjian dan Lokoanchung. Pertunjukan teater akan digelar dari tanggal 1 hingga 31 Maret 2012 di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki.
"Pertunjukan digelar satu bulan penuh dengan libur pada hari Senin, tidak akan ada souble cast, semua pemain akan bermain 27 hari penuh," kata aktris dan manajer seni pentas, Ratna Riantiarno.
Nano menambahkan, salah satu hal yang menarik di pementasan Sie Jin Kwie di Negeri Sihir kali ini adalah dihadirkannya motif batik peranakan dalam 300 busana dan kostum para pemeran.
"Ide tersebut terinspirasi dari dalang wayang kulit China-Jawa, Gan Thwan Sing (1885-1966) yang telah menciptakan lebih dari 900 sosok wayang berwujud kesatria China yang berbusana batik Jawa," terang Nano.
Untuk mendapatkan gambaran mengenai konsep kostum tersebut, Nano dan tim-nya telah berkeliling selama dua minggu ke Trusmi, Cirebon, Rembang, Semarang, dan Solo. "Selama dua minggu itu, saya mempelajari mengapa motif naga Lasem dan burung Hong dari Trusmi bisa berbeda dari yang ada di China, hal itu penting untuk dekorasi dan kostum," tutur dia.
Teater Koma didirikan pada tahun 1977 oleh 12 tokoh seni peran, yaitu Nano Riantiarno, Ratna Riantiarno, Syaeful Anwar, Rudjito, Jajang Pamontjak C Noer, Rima Melati, Titi Qadarsih, Otong Lenon, Cici Goenarwan, Jim Bary Aditya, Agung Dauhan, dan Zaenal Bungsu.
"Tiga puluh lima tahun sungguh merupakan perjalanan yang luar biasa. Kami dapat berkarya hingga pementasan yang ke-126 juga bukan hal yang mudah dan biasa," ucap Nano.

Antara

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :