SUKOHARJO—Hengkangnya Titik Suprapti, atau akrab disapa TBR dari PDIP benar-benar terjadi. Hal itu dibuktikan saat dirinya secara resmi mendaftarkan diri menjadi calon bupati (Cabup) dalam Pilkada Sukoharjo 3 Juni mendatang melalui Partai Golkar, Jumat (26/3).
TBR datang di sekretariat DPD Golkar Sukoharjo untuk menyerahkan berkas pendaftaran secara resmi sebagai Cabup dengan ajudan PDIP, tanpa diikuti pendukungnya. Di DPD Golkar, TBR ditemui Ketua DPD Golkar Sukoharjo, Giyarto, Eni Kartikasari (Sekretaris) dan Rohmat (Wakil Sekretaris).
Kepada wartawan, TBR mengatakan, pencalonan dia di Golkar sebenarnya sudah berlangsung lama. Dan pendaftaran kemarin merupakan penegasan sikapnya untuk berpindah ke Golkar.
“Secara pribadi saya dengan Golkar sudah melakukan komunikasi cukup lama, sehingga ini sebagai bentuk komitmen dan penegasan sikap,” ujar TBR.
TBR mengaku, ia mendaftar lewat Partai Golkar karena merasa di DPIP dirinya sudah tidak dibutuhkan lagi karena sudah ada kader yang lebih baik dari dirinya. Dengan mendaftar lewat Golkar, TBR mengaku siap menerima risiko apapun, termasuk keluar dari PDIP.
Dia bahkan mengaku sudah menyerahkan surat pengunduran dirinya sebagai kader PDIP ke DPC PDIP. Di lain pihak, Ketua DPD Golkar Sukoharjo, Giyarto menjelaskan, pencalonan TBR lewat Golkar sebenarnya merupakan isu lama. Pendaftaran itu sekadar menjadi penegas.
“Seperti yang sudah kita tahu Golkar tidak pernah membuka pendaftaran calon, dan apa yang dilakukan TBR merupakan lamaran pada Partai Golkar, sehingga itu hal yang wajar dilakukan siapa saja,” jelas Giyarto.
Yang sempat menjadi pertanyaan pada wartawan saat Giyarto menerima pendaftaran TBR pengurus Golkar lain seperti Sardjono dan Jaka Wuryanta sebagai bidang pemenangan Pemilu tidak hadir.
“Saat TBR mendaftar, yang ada hanya kita bertiga, jadi sah-sah saja selama yang hadir masih menjabat sebagai pengurus,” pungkas Giyarto. (mal)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




