Setiap hari Tio membawa tas yang selalu penuh dengan buku pelajaran. Pada awalnya teman-temanya kagum dengan Tio yang tampak rajin, karena Tio tidak hanya tidak pernah ketinggalan buku pelajaran, akan tetapi semua buku catatan dan buku paketnya semua dibawanya setiap hari.
Akan tetapi ada yang aneh, meskipun Tio selalu membawa buku lengkap setiap hari, tak satu pun pekerjaan rumahnya (PR) dikerjakan di rumah. Terkadang Tio mengerjakan PR-nya di kelas sebelum pelajaran dimulai. Tak jarang Tio harus dihukum oleh Bu Heni, wali kelasnya gara-gara kelupaan atau belum selesai mengerjakan PR-nya.
“Anak-anak, siapa yang belum selesai mengerjakan PR membuat puisi?” Tanya Bu Heni ketika pelajaran bahasa Indonesia.
Anak-anak pun menjawab bersama-sama sambil mengangkat tangan bersama-sama “Sudah, Bu”. Akan tetapi ada satu anak yang tidak menjawab dan mengangkat tangan, dan sudah bisa diduga, Tio lagi Tio lagi.
“Tio lagi Tio lagi, “ kata Farhan, ketua kelas. “Iya, kenapa sih Tio jarang ngerjain PR.” Fina pun setuju dengan si Farhan. Anak-anak yang lain pun menengok ke arah Tio, sehingga merasa malu dan menundukkan kepala.
Bu Heni pun merasa penasaran dengan Tio, karena ini sudah yang kelima kalinya semenjak masuk di kelas empat, Tio tidak mengerjakan PR.
“Tio, kenapa kamu tidak pernah mengerjakan PR?” Tanya Bu Heni dengan serius.
, Bu, saya tidak tahu kalau ada PR. Saya tidak tahu jadwalnya,” jawab Tio sambil menundukkan kepala.
“Memangnya Tio tidak punya catatan jadwal pelajaran? Apa Tio tidak belajar dan menyiapkan buku pelajaran sebelum berangkat?” Bu heni pun semakin heran.
“Tidak pernah, Bu,” jawab Tio singkat dengan kepala masih menunduk.
“Kalau Tio tidak menyiapkan buku sebelum berangkat, kenapa Tio bukunya selalu lengkap dan tidak pernah ketinggalan?” Bu Heni bertanya sambil berjalan mendekati Tio.
“Maaf, Bu. Buku saya selalu lengkap tidak tertinggal satu pun meski saya tidak mengecek dan tidak mempunyai catatan jadwal pelajaran karena saya selalu membawa semua buku-buku saya di tas. Jadi di tas saya ada semua buku pelajaran,”aku Tio.
Akhirnya semua pun tahu kenapa tas Tio selalu kelihatan besar dan berat, karena ternyata semua buku Tio pun lengkap ada di tas semua, meski tidak ada pelajarannya pada hari tersebut. Kemudian Bu Heni pun mengambil secarik kertas dan menulis sesuatu.
“Tio, ini ibu tuliskan jadwal pelajaranmu selama seminggu. Jangan lupa pasang di depan pintu kamarmu agar kamu selalu ingat jadwal pelajaranmu. Mulai hari ini, kamu harus mengecek pelajaranmu. Bawa saja bukumu sesuai pelajarannya? Berat bukan bawa semua buku pelajaran setiap hari, Tio?”
Bu Heni memberikan kertas yang ditangannya kepada Tio.
“Iya Bu”, Tio pun menjawab pelan. Catatan jadwal pelajaran pemberian Bu Heni pun dimasukkannya ke dalam tas. Keesokan harinya, tas Tio terlihat lebih kecil dan ringan.
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |






