SOLO—Real Estat Indonesia (REI) tidak yakin target pembangunan 50.000 unit rumah susun sederahana milik (Rusunami) pada tahun ini bakal tercapai. Pasalnya terdapat sejumlah kendala yang menghambat pembangunan Rusunami.
Ketua Umum REI, Teguh Satria, menuturkan beberapa kendala yang cukup menghambat pembangunan Rusunami adalah masalah perizinan dan aturan dalam mengakses subsidi bagi konsumen.
”Syarat-syarat yang ditetapkan untuk memperoleh subsidi sulit untuk dipenuhi. Salah satu contohnya, keterangan penghasilan dari pemohon harus mendapat legalisasi dari kantor pajak untuk mensahkan bahwa penghasilan mereka tidak lebih dari Rp 4,5 juta. Tapi kenyataannya kantor pajak tidak mau melakukan itu karena memang bukan urusan mereka,” ujarnya di sela-sela acara perayaan HUT ke-38 REI di Pendapi Gede, Balaikota Solo, Sabtu (6/3).
Dijelaskan, saat ini sudah terdapat antrean konsumen untuk mendapatkan Rusunami bersubsidi lebih dari 3.000 unit. Namun, sejak tahun 2008 lalu yang sudah bisa dikeluarkan baru 68 unit. Dengan kondisi ini, lanjut dia, banyak pengembang yang kemudian mengalihkan pembangunan ke Rusunami nonsubsidi atau apartemen sederhana dengan kisaran harga sekitar Rp 200 juta.
Teguh menuturkan pihaknya telah menyampaikan masalah ini kepada Menteri Perumahan Rakayat (Menpera), Suharso Monoarfa, dan sudah mendapat tanggapan. Menurutnya dalam waktu dekat Menpera akan merubah aturan terkait masalah perizinan dan pemberian subsidi pada Rusunami.
Sementara itu, Menpera sendiri menargetkan pada tahun ini mampu membangun 400.000 perumahaan rakyat yang 80.000 di antaranya adalah Rusunami. ”Selama kebutuhan masih ada kita akan bangun terus. Dan dalam lima tahun ke depan kita menargetkan bisa membangun 2 juta rumah,” ujarnya.
Tidak hanya menekankan pada jumlah pembagunan, Menpera pun memberikan perhatian terhadap masalah subsidi yang diberikan agar sebisa mungkin masyarakat tidak terbebani dengan suku bunga yang tinggi. ”Sebelumnya subsidi bunga hanya kita berikan selama empat tahun cicilan pertama, sekarang kita perpanjang jadi 20 tahun,” pungkasnya. (nie)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







