Minggu, 12/02/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : redaksi@harianjoglosemar.com
<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

Tantangan untuk Panglima TNI yang Baru

Rabu, 08/09/2010 09:00 WIB - (***)

Hari ini, Rabu (8/9), Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso akan memasuki masa pensiun.  Jika tidak ada aral melintang Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Agus Suhartono akan menggantikan Jenderal Djoko Santoso sebagai Panglima TNI. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah menunjuk Laksamana Agus Suhartono sebagai panglima baru dan selanjutnya Agus Suhartono akan melakukan uji kelayakan serta kepatutan di DPR. Agaknya Agus akan mulus untuk menduduki jabatan paling bergengsi di TNI itu, karena sejauh ini tidak ada penolakan dari fraksi-fraksi di DPR, termasuk dari Fraksi PDIP yang menjadi kelompok oposisi terbesar di parlemen.
Beribu harapan tentunya akan disampirkan ke pindah Agus Suhartono karena tantangan pertahanan dan keamanan negara pastinya akan semakin kompleks. Sebut saja, soal sengketa perbatasan laut dengan Malaysia yang berulang kali membuat hubungan dua negeri serumpun ini memanas. Hadirnya pemimpin TNI dari Angkatan Laut, harus membawa perbaikan pada pola pengawasan atau patroli perbatasan terutama di laut. Tak cuma pola pengawasan, berbagai sarana penunjang pengawasan batas laut juga harus segera dilengkapi atau disempurnakan. Kami yakin Agus Suhartono sangat paham dengan apa yang dibutuhkan untuk memperkuat patroli perbatasan di laut. 
Sekadar catatan, sengketa laut saat ini tidak hanya terjadi dengan Malaysia. Indonesia setidaknya memiliki sembilan potensi sengketa laut dengan sembilan negara yakni India, Thailand, Vietnam, Singapura, Filipina, Palau, Papua Nugini, Australia, dan Timor Leste. Sambil penyelesaian secara diplomasi atas sengketa-sengketa itu, TNI tak boleh lengah. Jangan sampai kasus ditangkapnya petugas Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) oleh polisi Malaysia kembali terulang. TNI ke depan harus mampu melindungi nelayan atau warga negara Indonesia secara umum. Jangan sampai pula aparat kita kalah gertak oleh pasukan-pasukan negara tetangga, kita harus menunjukkan diri sebagai bangsa besar yang siap berhadapan dengan siapa pun.
Kami yakin Agus Suhartono adalah pilihan tepat dalam situasi bangsa seperti ini. Seluruh rakyat Indonesia tentunya sangat berharap, Agus Suhartono mampu mengembalikan kejayaan kita di lautan. Seperti moto TNI Angkatan Laut kita, Jalesveva Jayamahe, atau Di Lautan Kita Berjaya.  (***)
 

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :