Sabtu, 11/02/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : redaksi@harianjoglosemar.com
<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

Tanggul Sungai Dengkeng Diperkuat

Sabtu, 31/10/2009 21:28 WIB - lim

KLATEN (Joglosemar): Memasuki musim penghujan kali ini, masih ada delapan desa di wilayah Kecamatan Gantiwarno, Klaten yang dinyatakan rawan banjir. Delapan desa tersebut adalah Desa Ngandong, Katekan, Sawit, Kerten, Kragilan, Jogoprayan, Karangturi dan Desa Gentan.
“Di wilayah tersebut, banjir lebih disebabkan oleh luapan air tanggul Sungai Dengkeng,” ujar Camat Gantiwarno, Pri Harsanto, Jumat (30/10).
Luapan Sungai Dengkeng itu terjadi menurut Pri Harsanto, terlebih karena kiriman air dari Gunung Merapi dan air kiriman dari Gunungkidul, Yogyakarta. Karena bahaya itu sudah dapat diperkirakan, Pri Harsanto meminta warga setempat untuk menyiapkan penanggulangan sejak dini.
“Mereka sudah mulai menyiapkan diri dengan karung pasir untuk menahan jebolnya tanggung. Jika saja hujannya sampai berhari-hari. Dipastikan banjir pasti datang,” ujarnya, Jumat (30/10).
Lebih lanjut, Pri mengusahakan agar keluhan masyarakat untuk menanggulangi banjir itu dapat difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab). Dikatakan, pengadaan karung pasir masih sangat tidak mencukupi dan penambahan sarana penahan banjir pun diupayakannya untuk mendapat perhatian Pemkab Klaten.
Banjir yang kerap melanda sejumlah desa tersebut tidak terlepas dari ulah oknum yang tidak bertanggung jawab. Pasalnya, di wilayah sepanjang Sungai Dengkeng, menurutnya marak dilakukan penambangan liar material Golongan C.
Pri mengakui, pihaknya sudah kerap kali menegur para penggali agar tidak melakukan aktivitas merusak lingkungan itu. Namun, lagi-lagi imbauan tersebut tidak diindahkan oleh pelaku penambangan. (lim)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :