Jumat, 25/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

Tamanisasi, Warga Akan Digusur

Jumat, 30/10/2009 19:15 WIB - dya

 MOJOSONGO (Joglosemar): Puluhan warga yang tinggal di sisi utara Kali Anyar Mojosongo, terancam tergusur proyek tamanisasi yang dilakukan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Solo. Sementara itu, hingga saat ini pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Solo bersama Kelurahan Mojosongo telah melakukan pendataan terhadap warga yang akan ditertibkan tersebut.
Kepala Satpol PP Kota Solo, Hasta Gunawan kepada Joglosemar, Kamis (29/10) menjelaskan, pihaknya telah melakukan pendataan terhadap warga yang tinggal di sisi utara Sungai Kali Anyar atau tepatnya di RT 02/ RW 02, Debegan, Mojosongo tersebut. 
“Beberapa waktu yang lalu kami telah melakukan pendataan terhadap puluhan warga yang masih tinggal di tanah milik pemerintah tersebut. Hanya pendataan nama dan mulai kapan ia tinggal di situ,” terang dia.
Hasta menambahkan, penertiban rumah warga dan juga pedagang kaki lima (PKL) tersebut terkait akan diadakannya proyek tamanisasi oleh DKP. “Rencananya memang lahan tersebut akan dibangun wilayah sapu hijau atau istilahnya penghijauan dengan tamanisasi yang didesain oleh pihak DPK. Sedangkan Satpol PP tugasnya hanya menertibkan warga saja,” lanjut dia.
Dijelaskan, pada tahun 1996, sebenarnya pihak Pemkot telah menertibkan sekitar 30 kepala keluarga (KK) yang tinggal di tanah tersebut. “Namun, setelah dipindah, ada beberapa dari mereka yang kembali tinggal di situ. Yang pendatang baru juga tak kalah banyak,” imbuh Hasta.
Cemas
Disinggung mengenai kapan warga harus meninggalkan kawasan tersebut, Hasta menyebutkan, bulan November mendatang. “Bulan depan, wilayah pinggir kali itu harus bersih. Karena saat ini juga sedang dibangun talut di bawahnya. Setelah talut selesai, maka proyek pengadaan taman segera dikerjakan,” ujarnya.
Sementara itu, Kusniar (49), salah seorang warga yang tinggal di kawasan itu, mengaku cemas dengan rencana penggusuran mereka. “Memang ini bukan tanah kami, tapi karena sudah lama tinggal di sini. Rasanya kepikiran juga nanti mau tinggal dimana. Tapi saya manut saja,” ujarnya ketika ditemui di tempat tinggalnya, Kamis (29/10).
Kusniar berharap, agar Pemerintah Kota (Pemkot) Solo bisa memikirkan nasib para warga di tepi Kali Anyar. “Kami berharap Pemkot bisa memikirkan nasib kami. Apakah nanti direlokasi seperti tetangga kami di Tegal Kuniran yang direlokasi ke Sabrang Lor Mojosongo itu,” ujar dia. (dya)

 

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :