Sabtu, 11/02/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : redaksi@harianjoglosemar.com
<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

Tak Laku, Kin Dimatikan Microsoft

Minggu, 11/07/2010 09:00 WIB - oke

Saat Apple Inc berpesta karena mampu menjual 1,7 juta unit iPhone 4 dalam waktu hanya tiga hari setelah peluncuran perdana di Amerika Serikat (AS) pada 24 Juni kemarin Microsoft Corp harus menanggung duka mendalam.
Penyebabnya, Microsoft harus menghentikan penjualan smartphone KIN. Padahal, KIN adalah smartphone pertama dari Microsoft, yang dirilis perdana di AS pada 6 Mei 2010 dan dipasarkan oleh operator seluler Verizon Wireless Inc.
Microsoft pun memastikan, tidak akan ada Kin generasi berikutnya yang akan digelontorkan perusahaan software terbesar di dunia itu. Terhitung umur dari ponsel Microsoft ini hanya berkisar tiga bulan.
Microsoft mengatakan jika Kin One dan Kin Two tidak akan pernah ada. Dilansir melalui Yahoo News, penghentian ini dikarenakan Kin dianggap tidak sesuai dengan portofolio produk-produk milik Microsoft. Ponsel tersebut dianggap akan menimbulkan perubahan besar dalam strategi perusahaan Microsoft.
Ponsel ini jika dibandingkan dengan smartphone mutakhir dari Nokia, RIM, ataupun Apple, Kin tampak seperti mainan anak-anak. Karena itu, Kin hanya laku sekitar 500 unit dalam dua bulan terakhir. Microsoft pun menghentikan produksi Kin karena smartphone tersebut tidak laku.
Kin tidak laku karena smartphone tersebut tidak bisa bersaing melawan produk-produk mutakhir para raksasa smartphone seperti Nokia Corp, Research In Motion (RIM) Ltd, dan Apple. Sebab ketika dibandingkan dengan smartphone mutakhir dari Nokia, RIM, ataupun Apple, Kin tampak seperti mainan anak-anak.
Microsoft merilis Kin dalam dua tipe, yaitu Kin One dan Kin Two. Microsoft menyatakan Kin adalah smartphone yang mengutamakan fungsi jejaring sosial. Karena itu, Kin One dan Kin Two dilengkapi keyboard qwerty, untuk memudahkan pengguna melakukan pengetikan.
Kedua ponsel KIN tidak memiliki fitur terlalu jauh berbeda. Kin One berdimensi lebih mungil daripada Kin Two, karena Kin One menggunakan layar sentuh berukuran 2,6 inci, sedangkan Kin Two menggunakan layar sentuh berukuran 3,4 inci.
Seperti Mainan
Perbedaan lainnya, Kin One dilengkapi kamera digital beresolusi 5 megapiksel, sedangkan Kin Two dibekali kamera digital beresolusi 8 megapiksel. Kin Two juga dilengkapi memori internal lebih besar daripada Kin One, yaitu 8 GB untuk Kin Two dan 4 GB untuk Kin One.
Seperti smartphone generasi mutakhir, Kin One dan Kin Two dilengkapi sistem navigasi satelit GPS (global positioning system). Namun demikian, kedua smartphone Kin ternyata tidak dilengkapi konektivitas Wi-Fi.
Ketiadaan Wi-Fi hanya salah satu dari serangkaian keganjilan pada Kin. PC World melaporkan, KIN juga tidak mendukung aplikasi klien IM (instant messaging) apa pun. Ini merupakan ironi besar pada KIN. Sebab sebagai smartphone jejaring sosial, Kin seharusnya mendukung sebanyak mungkin aplikasi klien IM.
Lebih dari itu, Information Week menambahkan, Kin juga tidak mendukung layanan videosharing, termasuk layanan videosharing terbesar dunia YouTube. Alhasil, daya saing Kin pun turun dibandingkan dengan smartphone pesaing.
Akibat segala keterbatasan Kin, smartphone pertama Microsoft itu pun menuai berbagai kecaman. Sebagian bahkan menilai bahwa Kin tidak cukup ‘cerdas’ untuk disebut sebagai smartphone karena fiturnya terbilang sangat minim. Akibat segala keterbatasan Kin pula, smartphone pertama Microsoft itu tenggelam digilas para pesaing seperti keluarga Black Berry dan keluarga iPhone. (oke)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :